Cegah Flu Burung, Bisnis Sarang Walet Harus Ditertibkan
Minggu, 21 Jan 2007 06:27 WIB
Palembang - Bisnis sarang burung walet di Palembang kian marak. Sejumlah warga yang khawatir tertular flu burung, meminta pemerintah provinsi menertibkan sarang walet yang berada di permukiman warga."Kami minta pemerintah menutup juga sarang burung walet. Walet juga kan dapat membawa virus flu burung," kata Abdul Somad, warga Sekojo, Palembang kepada detikcom, Minggu (21/1/2007).Selama ini, lanjut Somad, pemerintah dinilai diskriminatif dengan menyalahkan ayam dan bebek yang dipelihara warga penyebar virus flu burung.Protes Somad ini memang wajar, sebab di daerah Kecamatan Kalidoni, Palembang, terdapat puluhan rumah toko yang minimal bertingkat empat, sengaja dialihfungsikan oleh pemiliknya menjadi sarang burung walet.Selain di Kecamatan Kalidoni, bisnis burung walet juga terdapat di Seberang Ulu I Palembang, Ilir Timur II, dan Plaju."Sebaiknya pemerintah perlu juga meneliti sarang burung walet tersebut," kata Sodikun, warga Ilir Timur II.Harga per kilogram sarang walet yang mencapai jutaaan rupiah membuat banyak warga palembang tergiur. Dengan modal sebuah bangunan bertingkat, burung-burung liar tersebut akan membuat sarang yang bisa dipanen setiap bulannya.
(tw/bal)











































