Kraton Solo Gelar Kirab Pusaka dan Kebo Bule 1 Suro
Sabtu, 20 Jan 2007 22:29 WIB
Jakarta - Setiap malam tahun baru Islam 1 Muharam, ribuan warga Solo dan sekitarnya, termasuk turis asing, berdesakan di jalan-jalan sekitar kraton. Mereka ingin menyaksikan kirab pusaka dan kebo bule.Sejak Jumat sore, hingga Sabtu (20/1/2007) dinihari, ribuan orang berkumpul memadati tempat-tempat tertentu di Solo. Di Kota Solo setidaknya terdapat dua kerajaan kecil pecahan dinasti Mataram yaitu Kasunanan Surakarta dan Istana Mangkunegaran. Setiap malam 1 Muharram, orang Jawa biasa menyebutnya malam 1 Suro, kedua kerajaan ini memelihara tradisi kirab pusaka mengeliliki kompleks kratonnya.Istana Mangkunegaran memulai kirab lebih awal dengan mengarak sejumlah pusaka mengelilingi tembok istana. Ratusan kerabat Mangkunegaran mengikuti prosesi ini. Namun hujan lebat yang turun di Solo sejak petang hingga malam, mengakibatkan berkurangnya warga umum yang ikut keliling.Menjelang dinihari ribuan warga terkonsentrasi di kompleks Kraton Kasunanan Surakarta hingga Bundaran Gladag. Mereka hendak menyaksikan kirab pusaka Kraton Kasunanan yang sangat unik, karena tradisi kirab di kraton tersebut selalu diawali dengan kawanan kerbau albino (kebo bule) milik Kraton.Tepat tengah malam, kirab dimulai. Tujuh ekor kerbau albino memimpin prosesi di barisan paling depan. Dari kraton, rute yang dilalui adalah Gapura Gladag, Jalan Sudirman, Jalan Kusmanto, Jalan Mulyadi, Jalan Veteran, Jalan Yos Sudarso, Jalan Slamet Riyadi, Gladag dan kembali ke kraton menjelang pagi hari. Kirab tersebut diselenggarakan kubu Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi. Sedangkan kubu PB XIII Tedjowulan mengadakan acara tersendiri berupa doa bersama di Sasana Purnama, depan Lapangan Kotabarat. Seperti diketahui, Kraton Kasunanan terjadi dualisme raja pasca mangkatnya PB XII. Namun secara umum pelaksanaan peringatan malam 1 Suro di Solo tahun ini berjalan lancar dan tidak dilaporkan terjadinya gangguan keamanan. Namun hujan lebat yang sempat mengguyur Solo pada petang hingga malam setidaknya mengurangi jumlah warga yang keluar rumah menyaksikan kirab pusaka di kedua kraton.
(mbr/bal)











































