Curigai Pamswakarsa, Papernas Sambangi Mabes Polri
Sabtu, 20 Jan 2007 14:52 WIB
Jakarta - Kongresnya di Yogyakarta dibubarkan, Partai Persatuan Pembebasan Nasional (Papernas) pun jengkel dan mencurigai pembentukan pamswakarsa. 100-an Aktivisnya pun mendatangi Mabes Polri."Pembubaran kongres merupakan intervensi Korem 072 dan Front Anti Komunis Indonesia (FAKI) yang diduga terkait erat dengan pembentukan pamswakarsa," sebut Ketua Presidium Wilayah Komite Persiapan Papernas DKI Jakarta, Arie Ariyanto dalam pernyataan tertulisnya.Para aktivis Papernas yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga itu tiba di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, pukul 13.30 WIB, Sabtu (20/1/2007) dengan menumpangi 2 metromini.Aksi tersebut dilakukan terkait pembubaran Kongres I Papernas di Yogyakarta 18-21 Januari dengan alasan identik dengan idiom PKI, tidak menyebutkan kata Pancasila dalam proposal kongres, dan acara dianggap berpotensi meresahkan masyarakat Yogya."Karena itu kami ingin menyampaikan laporan dan tuntutan atas kejadian pembubaran kemarin di Yogya. Ini bukan unjuk rasa," jelas Arie kepada wartawan.Papernas meminta agar Kapolda DIY Brigjen Pol RAR Hari Anwar dan Komandan Resimen 072 Pamungkas Kol CZN Langgeng Sulistyo dicopot.Kemudian Kabaintelkam Polri Brigjen Pol Saleh Saaf dan Direktur Intelijen Keamanan Polda DIY Kombes Pol Arif Nurhandayani diberi sanksi.Tuntutan Papernas diterima staf Bareskrim Mabes Polri Kompol Heri Supriyadi. "Karena mengarah pada pencopotan jabatan, tuntutan akan disampaikan ke Kapolri. Kami hanya bisa menerima yang mengandung unsur pidana dan perdata," jelasnya.Aksi bubar pukul 14.10 WIB. Sekitar 25 polisi yang berjaga-jaga tampak santai karena aksi berlangsung tertib dan damai.
(sss/umi)











































