Kesehatan Unggas Indonesia Diperiksa Serentak Akhir Januari

Kesehatan Unggas Indonesia Diperiksa Serentak Akhir Januari

- detikNews
Sabtu, 20 Jan 2007 14:14 WIB
Jakarta - Flu burung merajalela lagi. Pemerintah kini bersiap-siap memeriksa kesehatan unggas-unggas di seluruh Indonesia. Target pelaksanaan akhir Januari. Jika hasil pemeriksaan ditemukan unggas yang tidak sehat, pemusnahan akan segera dilakukan. Namun jika masih sehat, masyarakat diperbolehkan memelihara dan memanfaatkan unggas tersebut."Jadi bukan memusnahkan semua unggas, tapi kita atur karena 1 Februari nanti, unggas-unggas di daerah pemukiman tidak boleh ada, kecuali hewan peliharaan yang punya sertifikat, dan itu tanya ke pemda masing-masing," ungkap Mentan Anton Apriantono di sela diskusi Misteri Flu Burung di Marios Place, TIM, Jakarta, Sabtu (20/1/2007).Peraturan yang akan dikeluarkan pemerintah nantinya berupa larangan memelihara unggas di daerah pemukiman, kecuali dengan beberapa syarat. Misalnya, unggas harus dikandangkan, tidak bercampur hewan lainnya, dan harus menjaga kesehatan lingkungan sekitar."Karena kan sebenarnya unggas yang berbahaya itu bukan yang di peternakan, tapi justru yang di pemukiman yang bebas berkeliaran," katanya.Sementara dalam Peraturan Mentan Nomor 20/2006 diatur mengenai tempat-tempat penyembelihan ayam di daerah pemukiman, di mana peraturan itu menentukan jarak tempat pemotongan dengan rumah penduduk."Tidak boleh ada rumah potong, harus sekian meter, sekitar 100-200 meter. Bisa jadi jauh dari Jakarta, itu yang akan kita lakukan, tapi detilnya tanya ke pemda," kata dia.Dikatakannya, pemerintah pusat akan bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk bertanggung jawab dalam pengawasan peraturan itu. Pemerintah pusat sebagai pemberi kebijakan, sedangkan pemerintah daerah yang bertanggung jawab penuh melaksanakan petaruran tersebut sesuai otonomi daerah. Begitu pula dengan sanksi yang akan menjadi tanggung jawab pemda."Kita punya 30 juta rumah tangga yang punya unggas, jadi tidak mudah untuk mengontrol itu, makanya harus ditangani secara higienis," katanya. (umi/ary)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait