PBR Enggan Ngekor PDIP dan Golkar
Sabtu, 20 Jan 2007 13:56 WIB
Jakarta - Partai Bintang Reformasi (PBR) enggan mengikuti jejak Partai Golkar dan PDIP dalam bersikap terhadap pemerintah. Golkar dikenal sebagai partai pendukung dan PDIP sebagai oposan pemerintah."Sikap PBR ingin menjalankan peranan sebagai kemitraan kritis karena PBR lebih berhikmat pada kemaslahatan umat dan masyarakat banyak," kata Ketua Umum PBR Bursah Zarnubi dalam pidato politiknya saat menutup Silatnas V PBR di Hotel Sahid, Jl Sudirman, Jakarta, Sabtu (10/1/2007).Sikap PBR ini sejalan dengan perintah dalam Islam untuk selalu bekerjasama dengan siapa pun. Bekerjasama dalam kebajikan dan tidak bekerjasama dalam dosa dan keburukan. Mengenai desakan cabut mandat dan pembentukan dewan revolusi, Bursah berpendapat, hal itu merupakan suatu kritik untuk memacu kinerja pemerintah agar bekerja lebih baik lagi."Kritik adalah mekanisme pengawasan untuk meluruskan yang bengkok. Ini juga sebagai cermin untuk melakukan apa-apa yang belum dilakukan dan menjaga agar lebih baik," tuturnya.Saat ditanya mengenai kedatangan SBY dalam Silatnas PBR V ini, Bursah menyangkal sebagai suatu bentuk dukungan SBY terhadap partainya. "Begitu itu suatu hal seremonial. Biasa saja, kita yang mengundang," ujarnya.
(ary/umi)











































