Virus Flu Burung Pada Kucing Menyebar Hingga ke NTB
Sabtu, 20 Jan 2007 00:40 WIB
Denpasar - Virus flu burung masih menghantui Indonesia. Sedikit kabar yang mengkhawatirkan mengenai penyebaran virus ini muncul. Ditengarai virus H5NI atau flu burung yang ditemukan pada anjing dan kucing telah menyebar sampai ke Nusa Tenggara Barat (NTB). Penemuan yang cukup mengejutkan ini adalah hasil penelitian virus flu burung pada anjing dan kucing di 3 provinsi yakni Bali, NTT, dan NTB.Hasil penelitian di 3 provinsi ini ditemukan antibodi dan virus flu burung pada anjing dan kucing, pada sampel anjing dan kucing di Bali dan NTB. Virus H5NI yang menyebar pada anjig dan kucing, terdeteksi setelah dilakukan penelitian 39 ekor kucing dan 118 anjing di Bali, NTB, dan NTT."Hasil dari sampel tersebut di Bali 2 ekor anjing dan 3 ekor kucing positif flu burung, dan 1 kucing ditemukan di NTB," kata Direktur laboratorium bersama Bio Medik fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana (Unud), Dr drh Ngurah Mahardika, di Kampus Unud, Jl Sudirman, Denpasar, Kamis (19/1/2007).Menurut Ngurah, hasil ini adalah hasil penelitian bersama. Namu diakuinya penemuan ini memerlukan pengujian ulang untuk memastikan penyebaran flu burung pada anjing dan kucing, sebab jumlah sampel pengujian ini belum representatif."Kalau di NTB, sampel yang diambil anjing dan kucing di 4 kecamatan. Sedang di Bali, anjing dan kucing di 37 kecamatan dan di NTT 3 di kecamatan," imbuh Ngurah.Namun Mahardika memastikan penyebaran pada anjing dan kucing bukan berarti terjadi fenomena mutasi pada virus tersebut."Jadi ini adalah fenomena alam bahwa ada infeski dari unggas kepada kucing. Kami menemukan antibodi pada tubuh anjing dan kucing yang menunjukkan bahwa hewan itu tengah terpapar virus H5N1," urai Ngurah.Ngurah menyatakan indikasi virus flu burung pada anjing dan kucing dengan ditemukannya antibodi bahwa anjing dan kucing tersebut, ini berarti hewan tersebut tengah terinfeksi virus flu burung."Kita mendeteksi virusnya, kita menemukan dua isolat asal anjing, sedangkan satu virus asal kucing. Tapin ini bukan mutasi," tandas Ngurah.
(ndr/)











































