Laporan dari Den Haag
Manajemen Krisis yang Baik, Tekan Angka Korban
Jumat, 19 Jan 2007 22:24 WIB
Den Haag - Badai mengamuk dengan kecepatan 130km/jam, tapi korban tewas sangat sedikit? Kuncinya manajemen krisis dan komunikasi yang baik.Maut memang ada di tangan Tuhan. Namun jika masyarakat dibiarkan beraktifitas di tengah badai dahsyat, besar kemungkinan banyak tewas diterjang benda-benda keras yang beterbangan atau celaka disambar poho tumbang atau bus yang diterbangkan. Menyongsong kedatangan badai, pemerintah dan media di Belanda, terutama radio, televisi dan internet bertindak cekatan. Satu nyawa melayang, itu saja sudah terlalu banyak.Masyarakat sebelumnya telah diperingatkan mengenai badai angin yang akan datang hari itu. Peringatan dini tersebut memungkinkan masyarakat untuk mengantisipasi. Perkembangan badai juga dipantau dari waktu ke waktu.Masyarakat yang tidak benar-benar berkepentingan, diserukan untuk tidak keluar rumah atau mengendarai mobil. Kemudian pasukan pemadam kebakaran dan polisi juga diekstrasiagakan. Lalu para petugas penjaga tanggul, di tengah amukan badai angin dan hujan dengan temperatur mendekati titik beku (pada kisaran 5 s/d 10 derajat Celcius), tetap siaga memantau palang pintu utama penjaga keselamatan rakyat Belanda itu. Jika amukan air tidak dikendalikan dan tanggul sampai jebol, maka Belanda bisa terendam air.Hampir seluruh sekolah di Belanda juga menyuruh para siswanya pulang ke rumah lebih awal. Perusahaan-perusahaan juga membolehkan karyawannya pulang lebih awal dari jam kerja.Menjelang tengah hari, yang diperkirakan memasuki klimaks badai, Lembaga Pusat Krisis Nasional mengeluarkan advis tambahan, supaya masyarakat benar-benar tidak keluar rumah atau kantor. Tetap bertahan di dalam gedung.Lalulintas kereta api Belanda dihentikan total tepat pukul 19.00 kemarin malam. Penumpang yang hari itu gagal berangkat, tiketnya dinyatakan tetap berlaku dan bisa dipakai hari berikutnya.Masyarakat yang terjebak dalam perjalanan dan tidak bisa pulang, langsung dilayani dengan makanan dan minuman penghangat badan. Disediakan juga tempat tidur lipat,lengkap dengan selimut dan matras, untuk bermalam. Di Utrecht tempat yang dipilih untuk bermalam adalah gedung Jaarbeurs (Bursa Tahunan), tempat biasa untuk pameran dagang dan aneka tema."Memerintahkan kereta tetap berjalan adalah tidak bisa dipertanggungjawabkan, mengingat berbagai kerusakan peralatan di lintasan dan risiko menabrak pohon-pohon yang tumbang," demikian jurubicara Nederlandse Spoorwegen N.V (PT Kereta Api-nya Belanda, red).Bimbingan, arahan, dan prosedur yang jelas dari pemerintah, didukung komunikasi yang baik, membuktikan bahwa korban keganasan alam bisa ditekan serendah-rendahnya.
(es/es)










































