Laporan dari Den Haag
Badai Tewaskan 6 Orang, Kerugian Rp 18,4 Triliun
Jumat, 19 Jan 2007 22:11 WIB
Den Haag - Seorang bocah, 11, tewas setelah bersama sepedanya dihempaskan angin. Sebuah bus diterbangkan hingga keluar jalan. Kecepatan angin mencapai 130 km/jam.Sepanjang Kamis 18/1/2007 hingga tengah malam, Belanda diamuk badai angin. Mahluk tak berwujud ini menimbulkan suara mengerikan, mirip wanita melolong, menangis bersahut-sahutan. Ia mengamuk dari segala penjuru dengan kecepatan 130km/jam. Sementara langit berwajah gelap seolah ikut menahan murka, ia juga menyeret hujan dan menghajarkan pada apa saja yang dijumpainya. Atap-atap rumah dan pohon-pohon bertumbangan. Sungai dan laut diobok-obok hingga menggelegak dan gelombangnya dahsyat menghajar tanggul-tanggul masyhur negeri rendah ini. Kamis lewat tengah malam alias malam Jumat, ia baru menghentikan amukannya, lalu menghilang entah kemana. Datang tak diundang, pergi pun tak bilang.Hasilnya 6 orang tewas dan puluhan mengalami luka-luka. Sepanjang 18 jam yang mendebarkan itu Belanda lumpuh total. Kereta api dihentikan, penerbangan juga ditunda. Ribuan orang terjebak tidak bisa meneruskan perjalanan dan terpaksa harus menginap di stasiun kereta atau bandara. Kerugian materi menurut asosiasi perusahaan asuransi mencapai sekurangnya Euro 160 juta atau sekitar Rp 18,4 triliun. Wartawan detikcom di Belanda, Eddi Santosa, yang memantau perkembangan dari media setempat melaporkan, seorang bocah, 11 tahun, di kota Riel tewas setelah bersama sepedanya dihempaskan membentur mobil. Sedangkan di Ede, seorang kakek tewas bersama cucunya akibat mobil yang ditumpangi tertimpa pohon yang ditumbangkan badai. Di Sint-Oedenrode seorang remaja, 17 tahun, juga tewas setelah motor yang dinaiki menerjang pohon yang tumbang di hadapannya. Korban berikutnya adalah pengemudi mobil, 40 tahun, yang tewas dekat Oosterhout akibat menabrak sebuah truk yang berhenti. Polisi menduga pengemudi pandangannya terhalang akibat badai.Selain di Belanda, total korban tewas di Eropa akibat amukan badai tersebut mencapai 24 orang. Korban luka-luka umumnya akibat diangkat dan dihempaskan oleh angin, sehingga menimbulkan cedera.
(es/es)











































