Digusur 20 Januari, Warga Kalijodo Masih Santai-santai
Jumat, 19 Jan 2007 14:18 WIB
Jakarta - Tidak ada kesibukan yang menonjol di kolong jembatan tol Rawabebek, Warakas, Kalijodo, Jakarta Utara. 700 KK yang menempati rumah semi permanen masih menjalani rutinitasnya seperti biasa. Padahal Sabtu 20 Januari 2007 besok, pemukiman mereka akan digusur.Pantauan detikcom, belum ada warga yang terlihat mengemasi barang-barangnya. Hingga pukul 13.30 WIB, Jumat (19/1/2007) masih terlihat warga yang memasak, mencuci baju, atau pun hanya sekadar duduk-duduk.Salah satu warga bernama Cipto (36) menuturkan, belum tahu apa yang akan dia lakukan terkait dengan rencana Pemprov DKI besok."Saya coba bertahan Mas, nggak tahulah besok, pasrah atau melawan, lihat besok saja," kata warga RT 3 RW 3 itu.Hal yang sama juga disampaikan Yati (40). Dia mengaku sudah bertahun-tahun bermukim di kawasan ini dan akan mencoba bertahan karena sudah tidak ada pilihan tempat tinggal lain.Sedangkan Weni (27) lebih tahu diri. Dia menganggap penggusuran sudah sewajarnya karena rumah berdinding triplek miliknya didirikan di atas jalur hijau."Digusur ya pindah saja, wong bukan punya kita. Saya sudah bolak-balik digusur, ntar kalo pergi ya balik lagi," ujarnya.Dari pengamatan, kebanyakan rumah liar semi permanen yang dibangun di jalur hijau itu terbuat papan. Ada juga yang bagian bawahnya dari tembok dan atasnya dari triplek. Selain di bawah jembatan tol, rumah-rumah itu juga dibangun di bantaran Sungai Ciliwung yang panjangnya antara 300-400 meter.Dijaga AparatMeski pelaksanaan penggusuran baru akan dilakukan Sabtu, puluhan aparat dari Brimob Polda Metro Jaya tampak berjaga-jaga dengan senjata laras panjangnya. Mereka sudah mengamankan tempat itu sejak 4 hari lalu. Di sekitar pemukiman warga, mereka mendirikan tiga posko.Warga sendiri 'dijaga' LSM Urban Poor Consorsium (UPC). UPC sempat mengkoordinir warga untuk meminta camat Penjaringan menarik surat peringatan."Kami tetap menolak gusuran, kami punya tawaran untuk membuat pemukiman kolong tol yang layak dan sehat," kata Edi Saidi dari UPC.UPC akan berupaya menghindari bentrok dan akan tetap melakukan upaya dialog dengan Menteri PU agar tidak mencabut SK yang memperbolehkan warga menghuni kolong tol.
(umi/sss)











































