Papernas Tanyakan Alasan Polri Hambat Kongres
Jumat, 19 Jan 2007 14:13 WIB
Sleman - Kongres Partai Persatuan Pembebasan Nasional (Papernas) tidak kunjung dimulai akibat tidak turunnya izin Polri. Panitia mempertanyakan alasan polisi mempersulit mereka."Semua prosedur sudah kita lakukan. Namun mengapa kami dipersulit? Wiranto saja ingin punya partai. Apalagi kami, ingin juga punya partai," ujar salah satu panitia kongres Dita Indah Sari.Hal tersebut disampaikan aktivis buruh yang pernah menjadi tahanan politik ini di lokasi kongres di Wisma Sejahtera Kaliurang, Sleman, Jumat (19/1/2007).Sementara menurut Sekjen Papernas Lukman Hakim kepada detikcom, panitia terus meminta Polri memberikan izin kegiatan. Namun mereka merasa semakin dipersulit.Dia mencontohkan, panitia diminta memperbaiki proposal dan diminta memberikan penjelasan beberapa agenda sidang. Panitia pun diminta menurunkan spanduk maupun berbagai atribut partai di lokasi kongres.Selain itu polisi meminta mereka menjelaskan "Tri Panji Partai" yang tertulis di dalam proposal.Tri Panji Partai berisi menghapus utang luar negeri, mengambil alih perusahaan tambang, dan membangun pabrik (industri) nasional untuk kesejahteraan rakyat.Kongres Papernas seharusnya berlangsung 18-21 Januari 2007. Selain mendapat hambatan izin dari Polri, peserta kongres juga dihantui kekhawatiran adanya aksi perlawanan dari Front Anti Komunis Indonesia (FAKI) Yogyakarta.
(fay/sss)











































