Muslim Jadi Teroris, Serial TV AS Diprotes
Jumat, 19 Jan 2007 12:12 WIB
Los Angeles - Jika TV Kanada dipuji mempromosikan perdamaian dengan serial komedi muslim, beda halnya dengan negara tetangganya. Serial TV AS "24" diprotes karena bercerita tentang aksi teroris muslim di negeri Paman Sam.Dewan Hubungan Islam-Amerika (CAIR) memprotes serial TV "24" karena dikhawatirkan membangkitkan kebencian rasial kepada umat muslim di AS. Sebabnya untuk musim ke 6, serial aksi ini menempatkan muslim sebagai teroris yang meledakkan bom nuklir di Los Angeles."Aksi teroris yang diulang-ulang dalam acara ini akan meningkatkan prasangka anti-muslim di dalam masyarakat," demikian pernyataan resmi CAIR seperti dilansir AFP, Jumat (19/1/2007).Fox Broadcasting yang menyiarkan acara ini menepis protes tersebut. Menurut mereka, serial ini tidak menargetkan etnis tertentu sebagai tokoh antagonis. Dalam 5 musim lalu, serial ini sudah menempatkan orang Amerika, Eropa Baltik, Jerman dan Rusia sebagai tokoh antagonis."Faktanya, acara ini menunjukkan kelompok etnis, agama dan politik secara multidimensional dan isu-isu politiknya bisa diperdebatkan dari berbagai sudut pandang," jawab Fox dalam penyataan resminya.Dua tahun lalu, siaran yang mengudara sejak 2001 ini juga pernah diprotes. Fox membuat iklan televisi dengan aktor utama serial "24", Kiefer Sutherland yang meminta penonton menghindari stereotip terhadap muslim.Tidak jauh di negeri tetangganya, Kanada justru dipuji karena menyiarkan serial situasi komedi baru tentang kehidupan muslim di tengah masyarakat kristen. Serial berjudul "Little Mosque in The Prairie" itu dipuji karena mempromosikan perdamaian dan meluruhkan prasangka terhadap muslim.
(fay/asy)











































