Dialog Soal Flu Burung, Bang Yos Disiuli Beo
Jumat, 19 Jan 2007 11:26 WIB
Jakarta - Di antara ribuan unggas di Kelurahan Pisangan, Jakarta Timur, yang diberangus Sutiyoso, Jumat (19/1/2007), masih tersisa seekor beo milik warga. Ketika Sutiyoso sedang berdialog dengan warga, beo tersebut bersiul kencang. Suit.. suittt...Gubernur yang biasa dipanggil Bang Yos tersebut serius memberikan pengarahan pada warga Pisangan tentang bahaya hewan unggas yang terjangkit virus flu burung. Warga pun dengan serius menyimak arahan Pak Gubernur.Namun ternyata masih ada 'warga' Kelurahan Pisangan yang tak mendengarkan arahan Bang Yos. Dia adalah seekor burung beo milik Sutrisno. Beo berwarna hitam dengan paruh kuning itu bersiul nyaring hingga terdengar ke panggung tempat Sutiyoso dan warga berdialog. Jarak rumah Sutrisno dengan panggung memang cukup dekat, berkisar 10 meter saja.Entah Bang Yos dan warga mendengar atau tidak, namun siulan si burung beo yang lolos dari aksi bakar unggas Gubernur DKI Jakarta itu tidak mempengaruhi acara dialog. Bang Yos bicara, beo berkicau.Menurut Sutrisno, burung yang sudah dipeliharanya setahun itu dinyatakan sehat oleh Dinas Kesehatan setempat. "Beo saya dinyatakan tidak berbahaya, maka tidak ikut dimusnahkan. Warga sekitar juga tidak protes," kata Sutrisno kepada detikcom di rumahnya di kawasan Pisangan Timur.Kendati begitu, dalam dua minggu ke depan akan datang petugas kesehatan untuk memeriksa kembali kesehatan si burung. Jika lolos cek kesehatan, si beo akan mendapatkan sertifikat sehat. Nyawanya pun selamat dari panggangan api.
(ana/nrl)











































