Semburan Lumpur Porong Diduga Gejala Geotermal
Kamis, 18 Jan 2007 19:12 WIB
Sidoarjo - Setelah sempat dinyatakan sebagai mud vulkano, semburan lumpur panas liar di Porong, Sidoarjo, kembali diindikasikan sebagai geotermal atau gejala panas bumi. Indikasi ini dikaitkan adanya semburan lumpur yang makin tidak terkendali serta suhu lumpur yang mencapai 105 derajat Celcius."Suhu lumpur yang tadinya sekitar 60 derajat, kini meningkat menjadi 105 derajat. Selain itu, jumlah volume semburan makin hari makin banyak dari 10.000 meter kubik per hari menjadi 200.000 meter kubik per hari," kata Pakar Geologi dari UPN Veteran Yogyakarta Prof Dr Bambang Pratisto.Hal itu disampaikan dia dalam jumpa pers di Rumah Makan Cianjur Sidoarjo, Kamis (18/1/2007).Menurut dia, indikasi semburan lumpur sebagai gejala panas bumi ini didukung adanya beberapa fenomena alam yang ada di sekitar sumur Banjar Panji I seperti Gunung Welirang, Gunung Bromo, Gunung Penanggungan serta adanya sumber air panas di Pacet, Mojokerto."Tapi, ini masih indikasi. Untuk membuktikan apakah benar atau tidak masih diperlukan penelitian lebih lanjut," ungkapnya.Selain itu Bambang menambahkan, kemungkinan lain semburan lumpur di Porong Sidoarjo ini juga bisa dikaitkan dengan akibat aktivitas magma yang ada di dalam perut bumi atau bisa jadi bukan magma tetapi non magma.Kemungkinan ini, lanjut dia, bisa terjadi karena kolam lumpur saat didekati dari jarak 100 meter terasa panas. Selain itu batuan sedimen yang dikeluarkan saat ini sudah bukan berupa lumpur melainkan kerikil keci bercampur pasir yang diduga merupakan fosil batu atau tumbuhan yang terkubur 700 tahun yang lalu."Geologi di Indonesia ini memang cukup banyak peluang terjadi geotermal. Di seluruh Indonesia terdapat sekitar 250 lokasi. Seperti di Laidong Sulawesi Utara serta Tomfasu di Sulawesi Utara," papar Bambang.
(bdh/ken)











































