Istana: Tak Ada Staf yang Mark Up Biaya Hotel di Cebu
Kamis, 18 Jan 2007 16:49 WIB
Jakarta - Istana Kepresidenan membantah berita bahwa ada staf Istana yang mencoba menyuap manajer Hotel Shangri-La Cebu Filipina untuk memark-up biaya hotel. Istana sudah melakukan penyelidikan internal terhadap hal ini dan tidak ditemukan staf yang melakukan hal itu. "Kami sudah melakukan penyelidikan internal terhadap semua anggota tim advance yang berangkat ke sana. Tidak ada staf kami yang melakukan itu," kata Ahmad Rusdi, Kepala Rumah Tangga Istana Presiden, kepada wartawan di pelataran Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/1/2007). Rusdi juga sudah meminta kepada The Jakarta Post sebagai media yang memberitakan hal itu untuk mengungkapkan siapa staf istana yang melakukan penyuapan itu. "Saya sudah meminta kepada Jakarta Post untuk mengungkap siapa sebenarnya orang itu, agar bisa dikonfrontasikan dengan anak buah kami. Namun sampai kini belum ada tanggapan," ujar dia. Rusdi menanggapi tudingan bahwa ada seorang staf Istana yang mencoba memark-up biaya hotel bagi rombongan Presiden di Mactan, Cebu, saat mengikuti KTT Asean. Staf itu mencoba mendekati manajer hotel dan menawarkan mark-up biaya dan membagi keuntungan hasil mark-up itu. Sementara itu, juru bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng menyatakan sudah meminta keterangan General Manager Shangri-La Hotel, Cebu terkait tudingan itu. "Ternyata mereka bantah ada dari pihak kita yang mencoba meminta mark-up," kata dia. Menurut Andi, Presiden SBY menginginkan kalau memang ada praktek semacam itu harus diungkap dan pelakunya ditindak tegas. "Tapi kalau tidak benar, mohon diluruskan," jelas dia.
(asy/nrl)











































