Pemilik Burung Kicau Mahal Pertanyakan Ganti Rugi
Kamis, 18 Jan 2007 15:52 WIB
Jakarta -
Selama ganti rugi tidak memadai, pemilik burung kicau di Matraman menolak pemusnahan binatang kesayangannya pada Minggu 21 Januari. Mereka memilih menjual burung peliharaannya."Saya belum tahu dan belum dengar, belum ada yang menyampaikan. Terus ganti ruginya berapa," kata salah seorang pemilik burung kicau, Rifki, warga Jalan Pisangan Baru Utara, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (18/1/2007).Rizki memelihara 8 ekor burung, antara lain murai, kenari, dan jalak suren. Burung-burung itu dibelinya dengan harga Rp 200 hingga Rp 2 juta. burung-burung itu digantungkan di dalam rumah kontrakan itu dengan kandang yang tertutup kain."Kalau cuma dibayar Rp 20 ribu, saya rugi. Ini kan burung mahal-mahal. Mendingan saya jual. Saya mau tanya sama pemilik burung lainnya, apa mereka mau serahkan burung mereka," kata dia.Pria yang memelihara burung kicau sejak 1 tahun lalu mengaku selalu membersihkan kandang tiap hari dan menyemprotkan disinfektan. Dalam sehari, Rizki merogoh koceknya Rp 20 ribu untuk membeli pakan burung. "Paling mahal beli jangkrik," cetus dia.
(aan/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































