Waspadai Jalur Busway Kampung Rambutan, Puluhan Mobil Celaka

Waspadai Jalur Busway Kampung Rambutan, Puluhan Mobil Celaka

- detikNews
Kamis, 18 Jan 2007 15:36 WIB
Jakarta - Entah sudah berapa puluh mobil yang menjadi korban jalur busway di jembatan seberang Terminal Kampung Rambutan. Nyaris setiap malam lebih dari 1 mobil celaka di jalur ini. Rata-rata kecelakaan yang dialami pengendara mobil tidak jauh berbeda. Mobil mereka naik separator yang membatasi jalur busway dengan jalur kendaraan lainnya.Kecelakaan itu dipicu penerangan dan rambu lalu lintas yang minim. Luasnya jalan yang mencapai 10 meter tidak diimbangi lampu penerangan yang memadai, sehingga sepataror yang memanjang di jalur itu luput dari pandangan pengemudi.Belum lagi lajur separator mulai bertengger di jalanan menurun. Padahal sebelumnya pengendara mobil harus melintasi jalan yang menanjak. Akibatnya mereka seringkali terkaget-kaget dan terkecoh begitu melihat separator di depan mata. Dan bruk! Separator ditabrak.Tidak jarang pula, kendaraan yang berada di jalur kanan tidak sadar sudah masuk ke jalur busway. Padahal jalur tersebut membawa mereka ke arah Terminal Kampung Rambutan. Begitu sadar dan membanting setir ke kiri, mereka membentur separator. Biasanya kendaraan yang melaju di jembatan ini memacu gasnya dengan kecepatan cukup tinggi. Jembatan ini setiap menitnya juga dilalui puluhan kendaraan yang menuju Terminal Kampung Rambutan, TMII dan Tol Jagorawi. "Saya hampir setiap hari kalau pulang kerja melihat mobil yang nabrak separator atau sudah nangkring di atasnya. Bisa lebih dari satu mobil," kata Ny Ari yang tinggal di Perumahan Puri Gading, Jati Asih, Bekasi, kepada detikcom.Tidak sedikit pula pengendara mobil yang mengeluhkan kejadian ini. Adi (33), warga Kalideres, mengaku nyaris menabrak mobil yang ada di depannya di jalan tersebut. "Waktu itu mobil yang depan juga kaget lihat ada separator. Jadi saya mengerem mendadak. Rambunya nggak ada sih, benar-benar bikin kagok," katanya. Pembaca detikcom Virginia Fransisca juga mengalami kejadian serupa. Lewat surat elektroniknya, dia mengeluhkan minimnya rambu di pemisah jalur busway.Dia menuturkan, kejadian naas yang menimpanya terjadi pada 27 Desember 2006 pukul 23.00 WIB. Saat itu, dia dan keluarganya baru pulang usai menghadiri sebuah acara.Pada saat mulai memasuki jelan (jembatan) arah Terminal Kampung Rambutan, mereka baru sadar ternyata sudah berada di jalur busway yang belum dipergunakan. Begitu sadar, ayahnya yang menyetir langsung mengarahkan mobil untuk keluar dari jalur tersebut. Pada saat ada jalan keluar, sang ayah mencoba mengambil sisi kiri jalan. Tapi tiba-tiba dengan jarak hanya sekitar 7 meter ada pemisah atau separator lagi. Karena tidak ada penerangan dan rambu yang jelas, akhirnya kecelakaan terjadi. "Mobil kami naik di antara separator busway. Untung saja mobil kami tidak sampai terbalik. Ketika kami sekeluarga turun dari mobil ternyata di depan kami sudah ada angkot yang mengalami kecelakaan yang sama," tuturnya.Virginia menuntut pihak berwenang memperhatikan kondisi jalan tersebut. Di berharap seluruh instansi yang terlibat melakukan koordinasi dengan baik sehingga pengguna jalan tidak dirugikan. (umi/nrl)


Berita Terkait