Agum Tak Pernah Bayangkan Jadi Gubernur Jakarta
Kamis, 18 Jan 2007 15:25 WIB
Jakarta - Bakal calon (balon) gubernur DKI Jakarta, Agum Gumelar, tidak pernah membayangkan dirinya menjadi gubernur. Kesediannya menjadi salah satu balon karena dukungan dari beberapa partai."Jangan salah persepsi tentang pencalonan saya menjadi gubernur DKI. Sebenarnya tidak ada bayangan di benak saya untuk menjadi gubernur," kata Agum Gumelar.Pengakuan itu disampaikan Agum dalam Dialog Kebangsaan 2007 dengan tema 'Reformasi dan Kebangsaan Menuju Harapan Baru NKRI', di Gedung Manggala Wana Bhakti Komplek Dephut Jl Gatot Suroto, Jakarta, Kamis (18/1/2007).Pencalonan sebagai gubernur tersebut, lanjut Agum, bermula dari adanya bujukan dan dukungan beberapa partai yang mengusungnya. "Nah keputusan saya untuk tetap maju dalam pencalonan ini berdasarkan rembug dengan keluarga. Kalau menurut saya ya pengabdian tidak pernah mengenal batas waktu dan batas wilayah. Jadi saya terima saja tawaran tersebut dengan penuh hormat," jelas Ketua KONI.Uraian Agum ini dilontarkan untuk menjawab tantangan aktivis kaum buruh Sahut Aritonang. Sahut menantang Agum untuk mundur sebagai balon gubernur DKI Jakarta jika ingin menjadi pemimpin nasional sejati. Karena sebelumnya Agum menjelaskan seorang pemimpin nasional sejati tidak harus terikat dengan partai dan harus mempunyai strong leadership."Pak Agum apakah berani mengatakan kepada pers kalau Bapak benar-benar ingin menjadi pemimpin nasional sejati 'saya harus berani mengundurkan diri dari pencalonan gubernur'. Berani tidak Bapak berkata seperti itu?" tantang Sahut.
(mly/nrl)











































