Akbar: Dewan Revolusi Apa Tuh? Saya Baru Dengar
Kamis, 18 Jan 2007 14:53 WIB
Jakarta - Dewan Revolusi yang menjadi isu hangat Rabu kemarin rupanya tidak menarik minat Akbar Tandjung. "Dewan revolisi apa tuh? Saya baru dengar," komentar politisi kawakan itu.Hal itu diungkapkan Akbar saat ditanya wartawan usai menghadiri Dialog Kebangsaan 2007 dengan tema 'Reformasi dan Kebangsaan Menuju Harapan Baru NKRI', di Gedung Manggala Wana Bhakti Komplek Dephut Jl Gatot Suroto, Jakarta, Kamis (18/1/2007).Meski demikian, Akbar menyatakan, pergerakan apa pun yang terpenting harus sesuai konstitusi. "Mereka harus bisa menjelaskan alasan gerakan tersebut. Jika tidak akan menimbulkan reaksi, yang terburuk akan terjadi pergolakan masa," kata mantan ketua umum Partai Golkar ini.Akbar menjelaskan, yang dimaksud sesuai dengan konstitusi adalah harus melalui MPR. Seharusnya MPR mampu membentuk opini publik agar dapat menekan pemerintah. "Jadi kita tidak bisa sembarangan begitu saja, tetap yang paling berwenang adalah MPR,"ujar dia."Kita tahu pemerintah sekarang belum maksimal tapi kita harus menghormati mekanisme yang ada dong. Jangan sampai pergerakan seperti itu menimbulkan friksi-friksi yang justru menghancurkan," ungkap pria low profile ini.Berarti Dewan Revolusi tidak sesuai mekanisme? "Ya selama tidak melalui MPR berarti pergerakan tersebut, baik itu Dewan Revolusi kek atau apa pun, berarti tidak melalui mekanisme konstitusional yang berlaku sekarang," jawab suami Nina ini.
(mly/nrl)











































