Kongres Papernas Diancam Massa Anti Komunis
Kamis, 18 Jan 2007 12:07 WIB
Yogyakarta - Ancam-mengancam masih subur di Tanah Air. Penyelenggaraan Kongres Partai Persatuan Pembebasan Nasional (Papernas) diancam akan dibubarkan oleh massa yang menamakan diri Front Anti Komunis Indonesia (FAKI). Polisi pun menjaga kongres ini. Kongres Papernas digelar di Wisma Sejahtera, Kaliurang, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (18/1/2007). Dalam jadwal, kongres yang akan dihadiri 300 orang dari seluruh Indonesia itu akan berakhir pada Minggu (21/1/2007). Ketua Organizing Committee (OC) Pepernas, Lalu Hilman Afriandi, saat ditemui detikcom di Wisma Sejahtera menceritakan ancaman ini. Rabu (17/1/2007) sore kemarin, Wisma Sejahtera didatangi puluhan orang FAKI. Namun, massa tidak bertemu panitia Kongres Pepernas, sementara peserta juga belum hadir. Akhirnya, massa menemui pemilik wisma. Kepada pemilik wisma, massa menanyakan apakah benar Wisma Sejahtera akan digunakan untuk kongres Papernas. Mereka juga menanyakan tentang surat izin penyelenggaraan kongres. "Pemilik wisma membenarkan bahwa tempat ini akan disewa. Tapi, untuk surat izin, pemilik wisma meminta massa menanyakan kepada panitia," kata Hilman, yang dulu dikenal sebagai aktivis Liga Mahasiswa Nasional Demokrat (LMND) Yogyakarta. Terhadap kehadiran massa FAKI ini, pemilik wisma pun khawatir, sebab massa berencana membubarkan acara tersebut. Hilman menjelaskan kongres Papernas ini merupakan lanjutan dari pertemuan Komite Persiapan Papernas yang mengamanatkan pembentukan partai. Dan kongres di Kaliurang ini merupakan kongres pertama sekaligus deklarasi partai. Pemantauan detikcom, hingga pukul 11.50 WIB, sudah hadir di wisma ini sekitar 200 peserta kongres. Sementara puluhan aparat Polres Sleman dan Polda DIY telah bersiaga di sekitar Wisma Sejahtera. Di sekitar lokasi kongres, juga terpasang spanduk warna putih bertuliskan 'FAKI' berwarna merah. Sejumlah tokoh akan menghadiri kongres ini. Antara lain mantan Ketua MPR Amien Rais, pengamat politik Revrisond Baswir, dan tokoh buruh yang menjadi Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD) Dita Indahsari. Namun, belum diketahui apakah mereka akan hadir atau tidak. Hilman tidak terlalu khawatir dengan ancaman pembubaran oleh massa FAKI. "Kongres jalan terus. Saya tidak mengira kongres ini akan didatangi massa FAKI," ujar dia. Hingga kini, massa FAKI belum terlihat di sekitar arena kongres.
(asy/nrl)











































