Korban Tewas KA Bengawan Dapat Santunan Rp 25 Juta

Korban Tewas KA Bengawan Dapat Santunan Rp 25 Juta

- detikNews
Kamis, 18 Jan 2007 10:28 WIB
Solo - Lima orang korban tewas dalam kecelakaan KA Senja Bengawan di Banyumas 15 Januari lalu menerima santunan dari PT Jasa Raharja dan Jasa Raharja Putera. Masing-masing korban disantuni Rp 25 juta. Sedangkan PT KA memberikan biaya pemakaman bagi korban.Santunan diserahkan oleh Kepala PT Jasa Raharja Wilayah Surakarta, Pieter Pattiasina, diterimakan kepada ahli waris masing-masing korban di Kantor Asuransi Jas Raharja Wilayah Surakarta di Jalan Slamet Riyadi, Solo, Kamis (18/1/2007) pagi.Masing-masing korban mendapat santunan Rp 25 juta dengan perincian santunan dari Jasa Rakarja sebesar Rp 10 juta dan santunan dari Jasa Raharja Putera sebesar Rp 15 juta.Lima korban meninggal itu adalah Dina Erfiati (3 tahun/ alamat di Gebang, Cokro, Tulung, Klaten); Sutrisno (48 tahun/ Begadung, Kedawung, Sragen); Hartono (38 tahun/ Kebonagung, Sragen); Sutarmi (60 tahun/ Sabrangan, Karangnogko, Klaten); dan Harjono (22 tahun/ Kragilan, Gantiwarno, Klaten).Di tempat yang sama, PT KA juga memberikan santunan biaya pemakaman kepada kelima korban. Santunan itu diserahkan oleh Manager Area Unit Usaha Kesehatan PT KA Daops VI Yogyakarta, Wiyani BL. Pihak PT KA enggan menyebutkan angka santunan yang diberikan kepada ahli waris korban tersebut.Sri Parmiyatun, istri Hartono, sepanjang acara serah terima santunan itu selalu menangis. Dia adalah korban selamat dari kecelakaan itu. Di beberapa bagian wajahnya masih terlihat lebam membiru akibat benturan ketika terjadi musibah.Sedangkan Khoiruddin, ayah Dina, terlihat masih menyimpan duka mendalam. Lelaki tuna netra itu dengan tegas berpesan kepada PT KA agar tidak mengoperasikan kereta yang sudah tidak lagi layak jalan. "Musibah ini harus menjadi pelajaran agar jangan sampai terulang ada kecelakaan akibat kereta tidak layak," ujarnya.Khoiruddin dan istrinya yang juga tuna netra adalah korban selamat dalam kecelakaan itu. Namun anak Dina, semata wayangnya, menjadi korban meninggal. "Dia anak kami satu-satunya. Harapan masa depan kami," ujar Khoiruddin. (mbr/asy)


Berita Terkait