Tes DNA Tengkorak Pangkep Sulit
Kamis, 18 Jan 2007 10:27 WIB
Makassar - Hingga kini tulang yang diduga tengkorak penumpang AdamAir masih dalam proses identifikasi di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Makassar. Jika hasil tes membuktikan tulang itu milik manusia, maka identifikasi khusus pun akan dilakukan segera.Proses identifikasi secara khusus terbagi dalam dua tahap. Pertama adalah ante mortem yaitu menganalisa kondisi sebelum korban meninggal. Tahap kedua adalah post mortem yang menganalisa kondisi korban yang ditemukan.Dalam kasus temuan tulang di Pulau Kawambing, Kabupaten Pangkep, Sulsel, ini, tes ante mortem harus dilakukan secara khusus. Artinya proses identifikasi melalui DNA, sidik jari atau geligi."Tapi melihat kondisi temuan, sepertinya DNA yang paling memungkinkan," ujar Koordinator Tim Forensik Disaster Victim Identification (DVI) Regional Timur Dr. Budyo Prasetyo, ketika berbincang dengan detikcom di RS Bhayangkara, Kamis (18/1/2007).Namun demikian Budyo menambahkan, upaya identifikasi melalui DNA sulit dilakukan. Hal tersebut mengingat penduduk Indonesia tidak pernah diambil sampel DNA-nya sehingga mengalami kendala dalam proses verifikasi."Kalaupun mau uji DNA, usaha paling maksimal adalah menguji DNA dari sisir atau alat cukur yang dikumpulkan dari keluarga penumpang AdamAir. Dari situ baru bisa dicocokkan," imbuhnya.Setelah pemeriksaan ante mortem membuahkan hasil, seterusnya akan dibandingkan dengan kondisi korban saat ditemukan. Di sinilah proses post mortem berlangsung.Walaupun ia pesimistis temuan nelayan itu bisa teridentifikasi, tetap ada harapan tulang belulang itu memberikan titik cerah ditemukannya korban Adamair yang misterius.
(aip/nrl)











































