Sukses Tangani Flu Burung
1 Ayam pun Tiada di Ho Chi Minh
Kamis, 18 Jan 2007 09:40 WIB
Jakarta - Menkes Siti Fadilah Supari minta Jakarta bersih dari unggas minggu ini. Sedang Gubernur Sutiyoso memberi deadline 31 Januari. Di Ho Chi Minh, resep itu sudah diuji coba dan terbukti tokcer. Hasilnya, sudah lama kasus flu burung tak ditemukan lagi di Vietnam."Selama saya 2 hari di sana (Ho Chi Minh) memang saya tidak ketemu seekor ayam pun. Saya juga sempat ke "wet market" (pasar tradisional), juga tidak ada yang menjual ayam hidup," cerita Dr Tjandra Yoga Aditama pada detikcom, Kamis (18/1/2007).Dr Tjandra adalah dokter dari Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FK UI. Dia juga bekerja di RS Persahabatan yang belakangan ini menampung pasien flu burung. Dr Tjandra menuturkan, dia pergi ke Ho Chi Minh pada hari Minggu hingga Selasa pekan ini. Tujuannya adalah RS Tropik yang menangangi kasus flu burung di negeri itu. Di RS itu juga ada gedung, fasilitas dan ahli dari Oxford University Inggris yang bekerja bersama dokter setempat. Selain melihat tidak ada seekor ayam hidup pun di Ho Chi Minh, Dr Tjandra juga menemukan sejumlah temuan. Pertama, penanganan pasien di RS Tropik pada prinsipnya sama dengan yang kita lakukan di Indonesia. Obat yang mereka berikan adalah oseltamivir, antibiotika (ceftriaxon dan Azythromycin). "Mereka pernah beri steroid tapi belakangan tidak lagi," kata Dr Tjandra. Kedua, prosuder diagnostik juga sama dengan kita di Indonesia. Pada sebagian kasus juga dilakukan bronkoskopi dan CT scan, seperti juga kita di Indonesia Ketiga, mereka sampai sekarang masih "mengikuti" pasien yang sudah sembuh. Mereka antara lain ketemu seorang anak yang belakangan ada "bullae" (lubang besar) di parunya, juga ada yang terbentuk jaringan ikat beberapa bulan setelah sembuh. "Dari pasien yang diikuti ini mereka juga mencoba membuat antibodi monoklonal untuk pengobatan dan pencegahan," demikian kisah Dr Tjandra.
(nrl/nrl)











































