Perang Lebanon Gagal, Jenderal Israel Mundur
Kamis, 18 Jan 2007 05:30 WIB
Jerusalem -
Pemerintah Israel menilai serangannya ke Libanon gagal. Sebagai bentuk tanggung jawab pimpinan militer Israel Letjen Dan Halutz mengundurkan diri."Saya mempertimbangkan bahwa ini adalah tanggung jawab saya untuk mundur secepatnya," ujarnya seperti dilansir AFP, Kamis (18/1/2007). Halutz adalah perwira tinggi yang telah mengabdi empat decade di Angkatan Bersenjata Israel.Menanggapi kemunduran Halutz ini, sejumlah pengamat politik Israel memperkirakan akan ada efek domino terhadap pejabat militer lain yang mengikuti jejak Halutz. Menteri Pertahanan Israel Amir Peretz juga diperkirakan akan mundur.Misi membebaskan tentara yang ditawan dan menghentikan serangan roket Hizbullah selalu kandas. Dan Halutz dituding sebagai penyebab kegagalan ini, karena dia dianggap memaksakan serangan udara meskipun unit infantri dan persenjataan udara Israel kurang memadai.Namun demikian pria 58 tahun ini mengungkapkan tidak ingin terburu-buru meninggalkan mejanya. "Saya tidak mau membereskan meja dan pergi tiba-tiba. Saya akan memastikan proses transisi berjalan dengan baik," tambahnya.Mundurnya Halutz dirayakan dengan suka cita di Libanon. Warna-warni kembang api menari di langit Beirut, saat militan Hizbullah merayakan mundurnya Halutz dan atas kegagalan Israel dalam perang Libanon.
(fay/fay)










































