Pakai Topeng, 2 Teman Joki 3 in 1 yang Tewas Beri Kesaksian
Rabu, 17 Jan 2007 17:20 WIB
Jakarta - Di balik topeng warna hitam, A (17) dan B (13), dua saksi kunci kematian Irfan Maulana joki three in one yang tewas dianiaya Satpol PP memberikan kesaksian. Visum RSCM pun menunjukkan bocah kelas 5 SD itu dicekik.Wajah kedua ABG itu ditutupi topeng dan hanya terlihat 2 matanya saja. Mereka memberikan kesaksian didampingi kuasa hukum Irfan, Ferry Setiawan dalam jumpa pers di Kafe Igaku, Jalan Minangkabau 21, Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (17/1/2007)"Irfan dikeroyok oleh 3 orang, dipukuli pakai tangan. Saya cuma kenal Pak Nanang, dia pakai kaca mata dan giginya tonggos, badannya tinggi. Dia sudah sering buat itu," kata A.A menuturkan Irfan sempat kabur dengan menggingit tangan. Namun Irfan dikejar pakai motor. Irfan pun jatuh dan ditendang Satpol PP. Menurut dia, Irfan tidak pernah mengeluh sakit dan Irfan baru dapat 'tumpangan' 1 kali sebelum ditangkap."Saya kan lihatnya sekitar 10 meter. Yang terakhir saya lihat, Irfan ditendang karena saya juga sedang dipukuli," ujar A yang mengenakan kaos krem.Sedangkan saksi B mengatakan, Irfan sempat digampar dan diminta duit. "Irfan juga diinjak dadanya oleh Pak Nanang. Yang ngejar ada 9 orang. Ada Banpol, dan orang Kelurahan Gunung, Kebayoran Baru itu juga ikut menggebuk."Saya dengar, salah satu orang bilang ada duit nggak kamu untuk ngobatin tangan saya. Biasanya kalau ada duit dilepas, diambil berapa pun uangnya. Kalau tdiak ada ditangkap paling lama 1 bulan," kata B.Kuasa hukum Irfan, Ferry Setiawan, menuturkan hasil visum RSCM menunjukkan kliennya dicekik dan membantah Irfan menderita penyakit ayan."Pagi ini, kita dapat informasi dari dokter Jayo, forensik RSCM, visum telah sampai ke Polsek Kebayoran Baru dan info yang didapatkan ada bekas cekikan di leher," kata Ferry.Menurut dia, pihaknya akan melakukan investigasi hingga ada tersangka dan tersangka dijatuhkan hukuman.
(aan/asy)











































