Tanggapi Dewan Revolusi, Hidayat Minta Tokoh Senior Lebih Bijak
Rabu, 17 Jan 2007 16:38 WIB
Bandung - Ketua MPR Hidayat Nurwahid yakin tidak akan ada makar. Dewan Revolusi yang diwacanakan tokoh-tokoh senior tidak bermaksud menggulingkan pemerintahan. Namun dia berharap para senior ini lebih bijak melihat persoalan bangsa."Beliau-beliau kan tidak dimaksudkan ini untuk makar, tapi katanya Dewan Revolusi nurani. Tapi saya harap senior-senior itu lebih bijak," tegas Hidayat.Hidayat menyampaikan hal itu usai memberikan kuliah umum di Aula Timur, Kampus ITB, Jalan Ganesha, Bandung, Rabu (17/1/2007).Hidayat juga menyatakan, makar atau pencabutan mandat seperti yang diusung dalam demo di Jakarta, Senin 15 Januari, menurutnya, sudah kebablasan. Karena hal itu tidak dikenal dalam sistem demokrasi di Indonesia."Kalau memang benar cabut mandat, ada mekanismenya. Diajukan ke DPR, atau pun bisa dengan sistem pemilu ulang. Yang kemarin itu tidak pas dalam mekanisme pencabutan mandat," katanya. Apalagi jumlah pendemo yang dikomandoi aktivis Malari Hariman Siregar itu tidak signifikan. Jumlah warga Jakarta saja tidak terwakili."Bilangnya ribuan, tapi yang datang hanya ratusan. Terus perlu ditanya juga, Hariman pada pilpres lalu dia milih siapa? Jangan-jangan golput. Jadi dia mau cabut mandat siapa. Lah wong dia tidak memberikan mandat kepada siapa-siapa," ujar Hidayat.Apakah ini terkait manuver politik Pilpres 2009? "Dalam politik itu bisa saja terjadi dan boleh-boleh saja, tapi manuver politik harus perhatikan juga azas kepatutan. Saya sepakat tindakan pemerintah yang tidak melakukan tindakan represif kepada mereka," katanya.
(umi/nrl)











































