6 Mobil Purek dan Dekan IAIN Banten Dicorat-coret Mahasiswa

6 Mobil Purek dan Dekan IAIN Banten Dicorat-coret Mahasiswa

- detikNews
Rabu, 17 Jan 2007 16:34 WIB
Jakarta - 6 Mobil milik rektorat IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menjadi sasaran aksi anarkis mahasiswa yang berunjuk rasa sejak pagi. Dengan cat berwarna hitam, 6 mobil berplat nomor merah tersebut dicorat-coret."Mobil ini milik kampus", "Ini hak mahasiswa", "Lakukan pemilihan ulang Purek" dan berbagai coretan lainnya menghiasi 3 mobil Toyota Avanza silver milik dekan dan 3 mobil Toyota Kijang Innova yang diparkir di depan gedung rektorat. Tak puas, para mahasiswa mengempiskan semua ban mobil."Hidup mahasiswa!" teriak mereka usai melakukan aksinya di Kampus IAIN Sultan Maulana Hasanuddin, Jl Jenderal Sudirman, Serang, Banten, Rabu (17/1/2006).Aksi sempat memanas ketika tidak ada satu pun pihak rektorat yang bersedia menemui mahasiswa yang menuntut pemilihan kampus menuntut pemilihan ulang pembantu rektor (Purek). Namun tidak terjadi perusakan terhadap gedung dan kendaraan lainnya. Aksi dilanjutkan dengan teaterikal di depan gedung rektorat. 2 Mahasiswa yang seluruh tubuhnya dicat warna krem dan merah, berguling-guling diatas tanah. Mereka kemudian berpencar mengelilingi gedung rektorat. Dinding dan kaca gedung menjadi sasaran corat-coret.4 Petugas Satpam tak berdaya menghalau. Dari kejauhan satpam tersebut hanya geleng-geleng kepala. Para dosen pun tidak ada yang menanggapi aksi tersebut. Sebelumnya pada sekitar pukul 13.00 WIB para mahasiswa yang melakukan unjuk rasa melakukan sweeping di seluruh ruangan. Di sebuah ruangan mereka membubarkan rekan-rekan mereka yang sedang mengerjakan ujian akhir semeter (UAS). "Bubar! Ayo bubar! Kampus ini disegel!" teriak para mahasiswa.Untungnya tidak terjadi bentrokan. Meski kesal para mahasiswa yang sedang ujian tersebut keluar ruangan. Seorang dosen wanita yang berada di dalam ruangan hanya terkesima menyaksikan kejadian tersebut.Hingga pukul 16.00 WIB puluhan mahasiswa masih bertahan di dalam kampus. Semua akses pintu masuk ditutup dan dijaga. Sambil menyanyikan lagu-lagu perjuangan mereka bertahan di depan gedung rektorat sampai tuntutan dipenuhi. (bal/nrl)


Berita Terkait