Tolak SD Digabung, Wali Murid Mengadu ke DPRD Bantul

Tolak SD Digabung, Wali Murid Mengadu ke DPRD Bantul

- detikNews
Rabu, 17 Jan 2007 15:31 WIB
Yogyakarta - Orangtua dan wali murid Sekolah Dasar (SD) Semuten, Desa Jatimulyo, mengadu ke DPRD Bantul. Mereka menolak rencana Pemkab Bantul melakukan penggabungan SDN Semuten dengan SD Dodokan II Loputih Kecamatan Dlingo.Alasan mereka menolak regrouping itu, karena secara kualitas SD Semuten jauh lebih baik dibandingkan dengan SD Dodokan II serta mempunyai gedung yang lebih baik. Selain itu, bila digabung jadi satu siswa akan menempuh jarak lebih jauh ke sekolah.Hal itu diungkapkan oleh Sukijan, salah seorang orangtua siswa SD Semuten, saat berdialog dengan anggota Komisi A di kantor DPRD Bantul di Jl Sudirman, Rabu (17/1/2007)."Kami jelas menolak bila digabungkan dengan SD Dodokan II. Secara kualitas lulusan SD Semuten lebih baik dibandingkan dengan seluruh SD di Desa Jatimulyo," katanya.Dia mengatakan justru SD Dodokan II yang harus digabungkan ke SD Semuten atau SD Banyuurip. Sebab SD Dodokan II itu terletak di antara kedua SD tersebut. Menurut dia, dari 116 siswa di SD Semuten sebagian besar berasal dari beberapa dusun sekitar, yakni Dusun Maladan, Semuten, Badean, Terong, Lohputih, Gayam, dan Dlingo Kabupaten Bantul. Karena letaknya berbatasan dengan Gunungkidul ada pula warga dari Pedukuhan Semoyo Kecamatan Patuk Gunungkidul. Sementara SD Dodokan II siswanya sebagian berasal dari tiga RT di dukuh Lohputih dan Dlingo saja.Dari sisi jarak juga menjadi kendala bila dilakukan regrouping, karena siswa harus menempuh jarak yang lebih jauh dan naik turun gunung. Letak SD Semuten lebih strategis di pinggir jalan desa dan berdekatan dengan taman kanak-kanak."Kalau tetap digabung, kami meminta anak-anak untuk mogok sekolah dan wali murid sepakat untuk tetap menyekolahkan anaknya di SD Semuten, meski statusnya nanti jadi SD swasta," ancam Sukijan.Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Bantul Solahudin mengatakan pihaknya berjanji akan memfasilitasi pertemuan dengan kepala dinas dan bupati untuk membicarakan lagi masalah regrouping sekolah. "Meski SK sudah turun, kami tetap meminta bupati agar bersedia mendengarkan keluhan-keluhan orangtua siswa," katanya. (bgs/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads