Manuver Purnawirawan Tak Berkaitan dengan TNI AD
Rabu, 17 Jan 2007 13:21 WIB
Jakarta -
Akhir-akhir ini, purnawirawan TNI AD bersikap kritis. Mereka tidak sungkan mengkritik pemerintahan yang dikendalikan Jenderal Purn Susilo Bambang Yudhoyono. Mabes TNI AD menegaskan, hal itu tidak ada kaitannya dengan pihaknya."Para senior itu bukan lagi sebagai tentara aktif, tapi statusnya sudah purnawirawan. Kalau mereka menyampaikan aspirasi silakan saja. Dalam konteks negara demokrasi, itu sah-sah saja saya pikir," kata Kepala Penerangan Mabes TNI AD Brigjen TNI Ricardo Siagian.Hal itu disampaikan dia di sela-sela peringatan HUT Puspen AD di Gedung Mabes AD, Jl Veteran, Jakarta, Rabu (17/1/2007).Menurut Ricardo, TNI AD tidak melihat gerakan para purnawirawan tersebut sebagai keinginan untuk menjatuhkan pemerintahan SBY-JK, akan tetapi lebih bersifat untuk menyampaikan aspirasi di alam demokrasi.Dia juga menjelaskan gerakan para purnawirawan ini tidak memiliki pengaruh apa pun terhadap Mabes AD. Hal itu dikarenakan para purnawirawan itu sudah berada di luar struktur AD.Namun begitu, sebagai sesepuh TNI AD, para purnawirawan tersebut memang memiliki ikatan emosional, dalam rangka hubungan senior dan junior.Ketika ditanya mengenai tidak harmonisnya komunikasi pemerintahan antara purnawirawan dengan SBY-JK, Ricardo enggan mengomentari. "Saya tidak tahu, itu urusan mereka. Kalau sampai ke masalah itu, kita tidak tahu sampai ke sana," imbuhnya.Ricardo menegaskan bahwa manuver politik dari para purnawirawan tersebut tidak membuat TNI AD bersikap bimbang."Seperti saya katakan tadi, mereka sudah di luar struktur. Sudah menjadi masyarakat biasa. Kalau menyampaikan aspirasi silakan, tidak ada hubungan dengan institusi TNI AD," tandasnya.
(nvt/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































