Pedagang Pasar Pramuka Usul Flu Burung Ganti Nama Flu Ayam

Pedagang Pasar Pramuka Usul Flu Burung Ganti Nama Flu Ayam

- detikNews
Rabu, 17 Jan 2007 11:55 WIB
Jakarta - Wabah Avian Influenza (AI) tidak menggoyang aktivitas perdagangan di Pasar Burung Pramuka, Jakarta Timur. Omzet pedagang normal."Aktivitas biasa saja," kata Supervisor Pasar Burung Pramuka Sabandri Tanjung kepada detikcom di lantai II, Pasar Burung Pramuka, Jalan Pramuka Raya, Jakarta Timur, Rabu (17/1/2006).Di pasar itu ada 158 pedagang burung. "Belum pernah ada ditemukan burung mati mendadak karena virus H5NI. Pedagang pun belum pernah ada yang terinfeksi virus itu. Kalau bisa namanya jangan flu burung, flu ayam saja," imbuhnya.Dikatakan dia, sejak kunjungan Menteri Pertanian Anton Apriantono dan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso ke pasar itu pada Juni 2006, telah diberikan sosialisasi untuk mencegah flu burung."Tiap Jumat selalu ada penyemprotan rutin dari Dinas Peternakan DKI Jakarta," ujarnya.Sabandri menuturkan jumlah pengunjung masih ramai, terutama di hari libur. "Tiap hari kerja pengunjung 100 hingga 150 orang. Kalau Sabtu dan Minggu mencapai 500 orang," kata Sabandri.Subagyo MS, salah seorang pedagang, mengaku virus flu burung yang menghantui Jakarta tidak berpengaruh terhadap omzet yang diperolehnya."Kalau sepi ya sudah biasa. Kalau mau, datang ke sini hari Sabtu dan Minggu, ramai," promosi Subagyo.Subagyo menjual 50 jenis burung dan omzet yang dikantonginya Rp 4-5 juta sebulan."Paling murah burung Rp 100 ribu. Kita jual nuri, wambi, poksai, dan murai batu," ujar pria yang telah berdagang burung selama 10 tahun ini.Dayat -- pedagang lainnya -- menuturkan hal yang sama. "Kalau di sini kena dampak, yang pertama kali kena flu burung kita. Tetapi kenapa orang rumah tangga," cetusnya heran. (aan/nrl)


Berita Terkait