Takut Flu Burung, Warga di Palembang Obral Ayam
Selasa, 16 Jan 2007 23:58 WIB
Palembang - Virus flu burung mulai terdeteksi di Palembang. Warga yang takut tertular mengobral ayamnya di pasar.Berdasarkan pengamatan detikcom, Selasa (16/1/2007), di pasar tradisional Lemabang banyak warga yang menjual ayam mereka meski terlihat sehat. Harga jualnya pun murah, cukup dengan Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu ayam, ayam sudah berpindah tangan.Berbagai cara ditempuh warga untuk membersihkan lingkungannya dari unggas. Ada yang menitipkan ayamnya di pasar-pasar dan ada juga yang menyerahkan ayamnya secara cuma-cuma ke tukang becak.Para penampung ayam tidak khawatir dirinya akan tertular flu burung."Kalau mati ya mati, yang penting kan jarang makan ayam. Kalau Allah menghendaki mati ya mati," kata Herdi (49), warga Kecamatan Kali Doni, pasrah. Sementara itu, sejumlah masyarakat di Palembang masih banyak yang belum mengindahkan instruksi pemerintah untuk tidak memelihara unggas di perkampungan. Ayam peliharaan mereka masih berkeliaran di jalan-jalan.Contohnya Amir (38), warga Kecamatan Pelaju Palembang. Dia yakin ayam peliharaannya tidak akan menularkan flu burung."Ayam saya sehat. Kalau ayam dimasak secara matang, bahaya flu burung tidak tertular," ujar Amir dengan yakinnya.
(mly/gah)











































