Ketua DPR Pertanyakan Pendirian Dewan Revolusi
Selasa, 16 Jan 2007 21:21 WIB
Jakarta - Isu mengenai berdirinya Dewan Revolusi yang ingin menggusur SBY-JK menggema sejak aksi Cabut Mandat yang dimotori Hariman Siregar cs. Ketua DPR Agung Laksono bertanya-tanya alasan pendirian Dewan Revolusi tersebut. "Mau apa lagi sih gitu-gituan. Yang penting sekarang kalau ada hal-hal yang ingin diperbaiki, dikritik dan sampaikan menurut saluran sebagaimana mestinya," kata Agung Laksono di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/1/2007).Menurut Agung, dalam kondisi negara seperti ini seharusnya semua pihak saling membantu dengan tidak melakukan tindakan yang provokatif.Lalu bagaimana dengan langkah-langkah jenderal itu yang merencanakan dewan revolusi? "Hendaknya tidak melakukan langkah yang membuat tindakan provokasi. Kalau ada kritik ya sampaikan sesuai dengan mekanisme yang ada," jawab Agung.Sebelumnya KaBIN Syamsir Siregar telah meminta klarifikasi mantan KSAD Jenderal (Purn) Tyasno Sudarto tentang pembentukan 'Dewan Revolusi'. Tyasno telah membantah membentuk Dewan Revolusi itu.Kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan sejumlah pensiunan jenderal di Balai Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (16/1/2007) Syamsir Siregar menjelaskan, setelah menerima informasi soal Dewan Revolusi yang bertujuan menjatuhkan SBY-JK, ia langsung mengkonfirmasi Tyasno."Apa benar Tyasno memimpin Dewan Revolusi. Kalau benar mau makar, saya akan perintahkan polisi menangkap Tyasno," tutur Syamsir. Tyasno, sebagaimana diungkapkan Syamsir, langsung membantah dirinya memimpin Dewan Revolusi."Dewan Revolusi itu tidak ada, yang ada Gerakan Revolusi Nurani," tutur Tyasno sebagaimana dikutip Syamsir.
(mly/asy)











































