Brakk!! Penumpang KA Bengawan Panik, Takbir Menggema

Brakk!! Penumpang KA Bengawan Panik, Takbir Menggema

- detikNews
Selasa, 16 Jan 2007 18:41 WIB
Purwokerto - Saminem (45) dan Mujiono (45) merupakan suami-istri yang menjadi saksi musibah KA Bengawan di Banyumas, Jawa Tengah. Saat gerbong yang dinaikinya jatuh ke sungai, semua penumpang panik. Teriakan takbir menggema. "Semua penumpang panik Pak. Banyak yang berteriak meminta tolong dan mengumandangkan Allahu akbar, Allahu akbar," kata Saminem saat ditemui detikcom di Ruang Seruni, RS Margono Sukaryo, Purwokerto, Selasa (16/1/2007). Saminem dan Mujiono yang merupakan warga Joton, Jogonalan, Klaten, dirawat di RS ini. Saminem mengalami cedera di pinggul dan patah tangan kanan. Sedangkan suaminya juga mengalami patah tangan kanan. Pasangan suami-istri ini naik KA Bengawan dari Stasiun Klaten. Perjalanan KA dari Klaten sebenarnya normal-normal saja. Malam itu, Saminem dan Mujiono tidak bisa tidur dan terus mengobrol banyak hal. Tiba-tiba sekitar pukul 00.00 WIB, ada suara dan getaran keras yang mengagetkan banyak penumpang. Tak berapa lama kemudian, gerbong 4 yang dinaiki Saminem dan Mujiono berguncang. Braakk! Saat itu, Saminem tidak menyangka gerbong yang ditumpanginya jatuh ke sungai. "Semua barang dari atap jatuh semua. Lampu tiba-tiba mati," kata Suminem. "Penumpang panik dan meminta tolong. Banyak juga yang berteriak Allahu akbar," kata Saminem yang saat musibah itu terjadi langsung terpisah dengan suaminya. Beruntung Saminem. Dia saat itu masih sadarkan diri. Begitu bagian dalam gerbong sudah kocar-kacir, dirinya masih bisa merangkak keluar dari gerbong dengan menahan rasa sakit. Kebetulan, Saminem dan Mujiono mendapat tempat duduk di dekat pintu. "Alhamdulillah Pak, saat sampai di pintu, tiba-tiba ada warga di sana yang menarik saya dari gerbong," aku Saminem.Setelah sampai di luar gerbong, Saminem mendengar teriakan suaminya yang memanggil-manggil namanya. Akhirnya, Mujiono pun bisa juga keluar dari gerbong dengan merangkak juga. "Akhirnya kami dibawa ke RS ini dengan dinaikkan mobil tak terbuka," ujar dia. Saminem mengaku tidak melihat nasib para penumpang lainnya. "Malam itu gelap sekali, jadi saya tidak bisa melihat penumpang lain. Saya hanya mendengar banyak penumpang yang meminta tolong," kata dia. Suaminya, kata Saminem, juga sempat tidak percaya akan kejadian ini. "Iki ngimpi apa ora bu (ini mimpi apa tidak ya bu, Red)," kata Mujiono saat itu seperti ditirukan Saminem. Saminem dan suaminya tidak memiliki firasat apa pun sebelum musibah terjadi. "Saya sering bolak-balik ke Jakarta-Klaten, tapi tidak pernah mengalami seperti ini," aku perempuan yang bekerja sebagai penjual buah di Tanah Abang, Jakarta Pusat ini. Dengan kejadian ini, Saminem mengaku trauma naik KA. "Tapi, bagaimana lagi ya, mau tak mau ya saya harus naik KA, karena sering bolak-balik Jakarta-Klaten," ujar dia. Saat dijenguk Menteri Perhubungan Hatta Rajasa, Saminem dan Mujiono berharap dipindah ke RS di Solo. "Keluarga saya di Solo semua," harap Suminem. (asy/mar)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads