Hatta Minta PT KA Disiplin & Perbaiki Sense of Safety
Selasa, 16 Jan 2007 17:45 WIB
Purwokerto - Kecelakaan kereta yang kerap terjadi membuat Menhub Hatta Rajasa berang. PT KA diminta memperbaiki manajemen pengelolaan, terutama terkait disiplin dan sense of safety."Mereka harus mengikuti aturan yang sudah ada. Sebaik apa pun regulasi, jika kemudian regulator, operator dan masyarakat tidak mau disiplin, hasilnya sama saja," tandas Hatta.Hatta menyampaikan hal itu di sela kunjungannya ke RS Margono Soekarjo di Purwokerto, Jawa Tengah, Selasa (16/1/2007).Terkait kecelakan KA Bengawan yang menewaskan lima penumpangnya, Hatta berjanji akan bertindak keras. "Investigasi sudah kita digelar dan kita akan memberi sanksi kepada siapa pun yang bersalah," tegasnya.Dephub, imbuh Hatta, hanya bisa memberikan sanksi, namun tidak bisa mencampuri manajemen PT KA karena berada di bawah BUMN dan berbentuk perseroan terbatas.Namun Hatta berjanji akan memperbaiki regulasi dan infrastruktur perkeretapian, seperti membangun rel ganda, pergantian rel dan bantalan.Sejauh ini, upaya itu memang belum bisa dilakukan karena terbentur keuangan negara yang terbatas. "Sekarang ini ada ribuan kilometer rel yang sudah harus diperbaiki dan diganti. Namun anggarannya belum ada," kata dia. Dana public service obligation sebesar Rp 350 miliar yang diterima PT KA pada tahun 2006 lalu, hanya cukup untuk menyubsidi penumpang."Itu belum termasuk untuk infrastruktur," sambung Dirut PT KA Ronny Wahyudi yang mendamping Hatta.PT KA, imbuhnya, selalu berusaha memperbaiki diri dalam hal disiplin alat dan keamanan. Karena itu dia menyerahkan penyelidikan kecelakan KA Bengawan kepada KNKT."Kita serahkan KNKT saja," katanya seraya menambahkan siap memberikan santunan untuk korban dan menanggung uang perawatan mereka.
(umi/nrl)











































