Jenderal Tyasno Bantah Pimpin Dewan Revolusi Gusur SBY

Jenderal Tyasno Bantah Pimpin Dewan Revolusi Gusur SBY

- detikNews
Selasa, 16 Jan 2007 15:18 WIB
Jakarta - Mantan Kasad Jenderal (Purn) Tyasno Sudarto membantah keras dirinya memimpin Dewan Revolusi yang bertujuan menjatuhkan SBY - JK. Yang ada, menurut Tyasno, Gerakan Revolusi Nurani.Isu Dewan Revolusi itu, disebut-sebut merebak melalui berbagai selebaran yang tersebar bersamaan dengan maraknya aksi Cabut Mandat.Bantahan Tyasno itu dikemukakan langsung kepada Kepala Badan Intelijen (KaBIN) Syamsir Siregar. "Dia, Pak Tyasno membantah keras. Menurut dia, dirinya hanya dimanfaatkan orang lain saja," kata Syamsir kepada wartawan, Selasa (16/1/2007) usai bertemu dengan para jenderal purnawiran di Balai Sudirman, Jl Sahardjo, Jakarta Selatan.Menurut Syamsir, ketika informasi Dewan Revolusi itu sampai di tangannya, ia langsung menghubungi Tyasno untuk menanyakan apakah benar Tyasno memimpin Dewan Revolusi. "Saya katakan ke Pak Tyasno, apa benar Pak Tyasno memimpin Dewan Revolusi untuk tujuan makar. Kalau benar, saya akan minta polisi untuk menangkap Anda," tutur Syamsir.Saat itu juga, masih menurut Syamsir, Tyasno membantah keras dirinya memimpin Dewan Revolusi. "Pak Tyasno merasa dia dimanfaatkan oleh orang lain," kata Tyasno.Siapa yang memanfaatkan? "Ya orang-orang itulah," jawab Syamsir mengelak. Yang pasti kata Syamsir, Dewan Revolusi itu menurut Tyasno tidak pernah ada. "Yang ada itu gerakan revolusi nurani," tandas Syamsir.Gerakan Revolusi Nurani itu sebenarnya sudah dikumandangkan pada 5 Juli 2006 silam. Gerakan ini dideklarasi di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta. Tyasno hadir dalam deklarasi itu. Juga hadir Gus Nuril Arifin, Tommi Darmadi, dll.Gerakan itu, sebagaimana disebutkan saat deklarasi, bertujuan untuk menyelamatkan NKRI, kembali ke fitra jati diri bangsa, Pancasila, UUD 45 dan kembali pada Bhinneka Tunggal Ika. Dengan tujuan itu, nama yang tepat untuk gerakan itu dipilihlah Gerakan Revolusi Nurani. Nurani siapa? (ana/asy)


Berita Terkait