Enam Orang Mogok Makan di Balaikota Semarang
Selasa, 16 Jan 2007 12:53 WIB
Semarang - Enam orang yang berada di kantor Balaikota Semarang mogok makan. Mereka ingin bertemu Walikota Semarang Sukawi Sutarip. Mereka mengancam mogok makan akan terus dilakukan sampai walikota menemui mereka. Enam orang yang nekat ini merupakan anggota dari Aliansi Rakyat Tolak Penggusuran (Arak Kopeng) yang berunjuk rasa di Balaikota, Jl. Pemuda, Semarang, Selasa (16/1/2007). Sebagian dari mereka adalah para pedagang kaki lima (PKL) yang telah berkali-kali menjadi korban penggusuran walikota. Para demonstran ingin menyampaikan tuntutannya langsung kepada Walikota. Namun, hingga pukul 12.40 WIB, Walikota Sukawi belum menemui mereka. Saat ini, massa menggelar tikar di teras pintu masuk Balaikota. Mereka yang sebagian para perempuan dan anak-anak itu tidur-tiduran beralaskan tikar itu. Mereka ingin mencegat walikota saat meninggalkan kantornya. "Kami akan bertahan di sini sampai besok untuk bertemu langsung walikota," kata salah seorang demonstran. Massa berasal dari berbagai penjuru kota Semarang. Mereka mengaku sering digusur dan tidak diberi alternatif tempat berjualan. Sejumlah poster mereka bawa, antara lain bertuliskan 'Penggusuran No, Lapangan Kerja Yes' dan 'Investor Ditarik, PKL Dicekik'.Enam orang yang melakukan mogok makan adalah Edi Warsito (koordinator Arak Kopeng), Dwi (Pudak Payung), Supri (Pandanaran), Teguh (Jl. Siliwangi), Yanto (Jl. Siliwangi), dan Kamto (Pudak Payung). Aksi mogok makan mereka mulai pukul 10.30 WIB.
(asy/nrl)











































