Beda Pendapat Lokasi AdamAir, Paranormal Adu Ilmu
Selasa, 16 Jan 2007 12:37 WIB
Makassar - Meski sama-sama mengaku paranormal, tapi Hamdani dan Abdul Azis tak seia sekata dalam menyimpulkan di mana AdamAir KI 574 berada saat ini. Mereka pun adu ilmu.Insiden adu ilmu itu terjadi di gedung VVIP Bandara Hasanuddin, Makassar, Selasa (16/1/2007). Ceritanya, pada pukul 11.00 Wita, Hamidah Daeng Te'ne (38) datang naik motor bersama suaminya, Nasrudin (40), ke gedung VVIP Bandara Hasanuddin. Mereka adalah warga Desa Paddinging, Kecamatan Mappakasumbu, Kabupaten Takalar, Sulsel.Lewat 'penerawangan'-nya, Hamidah yang mengenakan kerudung hitam mengaku melihat AdamAir ada di Selat Makassar antara Samarinda dan Balikpapan. Posisinya miring. Pesawat dan isinya ada di dasar laut. Semua penumpang meninggal dunia.Menurut Nasrudin, suami Hamidah, istrinya memang mendapat rahmat. Dia selalu diikuti oleh Nabi Khaidir. "Dia sering bilang, kasihan cucuku, sudah meninggal," kata Nasrudin.Tak lama kemudian datanglah Abdul Azis (47) yang tinggal di Jalan Barukang Jaya, Makassar. Abdul Azis mengaku datang atas petunjuk Tuhan. Dia menceritakan, sebelum datang ke Bandara Hasanuddin, dia turun ke laut dan pikirannya tembus ke ombak. Dia mengaku diberi petunjuk Allah bisa melihat pesawat itu. "Ada di daerah Pare-pare," katanya. Bahkan Abdul Azis akan pergi ke Pare-pare untuk bergabung dengan warga mencari AdamAir sepulang dari Bandara Hasanuddin.Entah bagaimana ceritanya, Abdul Azis dan Hamidah kemudian terlibat perdebatan. "Kamu jangan bohong, kamu jangan bogong. Karena itu sama dengan membohongi orang-orang," tuding Hamidah. Sedangkan Abdul Azis lebih banyak diam.Lalu keduanya adu ilmu. Mereka duduk bersila di lantai. Hamidah memejamkan mata sembari berzikir.Tak lama kemudian keduanya bersalaman. "Sini kukasih kamu petunjuk sebelum kamu ke Pare-pare," ujar Hamidah. Hamidah lalu mendekatkan tangannya ke jidat Hamidah. Prosesi lalu berakhir.Pukul 12.00 Wita, kedua paranormal ini dipanggil petugas AdamAir yang memiliki posko di tempat itu.KesurupanSementara, pada Selasa pagi, seorang perempuan muda yang tengah kesurupan diantar keluarganya ke posko AdamAir. Perempuan itu mengaku bisa bicara dengan arwah korban AdamAir. Perempuan itu sudah tiga hari kesurupan. Dia menjelaskan bahwa penumpang AdamAir masih ada yang selamat.Petugas AdamAir lalu memberikan fotokopi daftar penumpang. Lalu perempuan itu menunjuk nama tertentu yang telah diajaknya berbicara. Foto:Abdul Azis dan Hamidah (Gunawan)
(nrl/asy)











































