Gadis Cilik Putri Pasangan Tuna Netra Jadi Korban KA Bengawan
Selasa, 16 Jan 2007 08:57 WIB
Jakarta -
Duka keluarga tuna netra ini sungguh tak terlukiskan. Putri semata wayang mereka, Tikah (3) -- sebelumnya diberitakan bernama Dina-- menjadi korban kecelakaan kereta api (KA) Bengawan. Padahal sehari-hari Tikahlah yang menuntun mereka saat pasangan ini melintasi jalan-jalan di ibu kota."Pasangan tuna netra ini bekerja sebagai tukang pijit di Jakarta atau Bekasi dan anaknya ini yang menjadi penunjuk jalan, yang nuntun-nuntun," kata staf Humas RS Islam Purwokerto, M Yusuf, saat berbincang dengan detikcom, Selasa (16/1/2007) pukul 08.00 WIB.Pasangan tuna netra ini, Khairudin (26) dan Sri Wahyudi (26), juga menderita cedera akibat kecelakaan ini. Namun cedera yang mereka alami hanya ringan dan kini mereka pun sudah sadar."Ibunya belum kita beritahu soal meninggalnya anak mereka, kasihan nanti histeris. Kondisinya juga masih lemah. Tapi kalau bapaknya sudah, dia langsung menangis, ya bagaimanapun saya jadi kasihan melihatnya," urai Yusuf.Sebelumnya menurut informasi dari dokter puskesmas tempat pertama kali jenazah diperiksa yakni dr Kusbandi, Tikah menderita patah tulang tengkorak karena mengalami benturan. Ini terbukti dengan adanya pendarahan di hidung dan telinga. Kusbandi juga menyebut usia Tikah 8 tahun, bukan 3 tahun.Jenazah Tikah rencananya dibawa keluarganya menuju Klaten dengan ambulan dari RS Islam Purwokerto setelah PT KA datang untuk mendata."Jenazah kini sudah dimandikan, dikafani dan sekarang diletakkan di ruang pemulasaraan jenazah," tutur Yusuf.
(ndr/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































