Dunia Spiritual Soeharto Laris
Senin, 15 Jan 2007 15:30 WIB
Yogyakarta - Apa rahasia Soeharto bisa berkuasa selama 32 tahun? Selain memegang kekuatan militer, Soeharto diyakini memiliki kekuatan spiritual alias klenik. Dan Dunia Spiritual Soeharto itu kini laris manis. Dunia Spiritual Soeharto merupakan buku yang ditulis oleh wartawan Kedaulatan Rakyat, Arwan Tuti Artha. Peluncuran cetak ketiga buku ini digelar di Gramedia Malioboro Mall, Jl. Malioboro, Yogyakarta, Senin (15/1/2007). Buku ini berjudul lengkap 'Dunia Spiritual Soeharto, Menelusuri Laku Ritual, Tempat-tempat, dan Guru Spiritualnya'. Buku yang diterbitkan Galang Press ini bertebal 197 halaman. Buku ini memuat kisah spiritual Soeharto dan foto-foto tempat yang pernah dijadikan Soeharto melakukan ritual.Buku ini dicetak pertama kali pada pertengahan 2006. Respons masyarakat cukup bagus, buku ini laris. Cetakan keduanya juga bernasib mulus. "Dan sekarang ini sudah dalam cetakan ketiga," ujar Direktur PT Galang Press, Yulius Felicianus. Menurut dia, buku ini terjual 1.500 eksemplar setiap bulannya. Buku telah diedarkan di Jakarta, Bandung, dan Surabaya, dan sejumlah daerah lain. Awalnya, buku ini berjudul 'Klenaik-klenik Soeharto'. Tapi, karena berkonotasi negatif, akhirnya judul buku tersebut diubah menjadi 'Dunia Spiritual Soeharto'. Yulius mengaku pernah mendapatkan email dari keluarga Cendana yang mendukung penerbitan buku ini. Tapi saat ditanya siapa keluarga yang dimaksud, Yulius merahasiakannya. Arwan tergerak menulis buku ini setelah melihat bahwa buku tentang Soeharto hanya menceritakan dari sisi politik dan pertahanan-keamanan. Padahal, kata dia, Soeharto sering melakukan laku spiritual yang mungkin tidak diketahui banyak publik. "Sebagai orang Jawa, sangatlah wajar apabila Soeharto menempuh laku-laku spiritual, terutama untuk memimpin Indonesia. Sebab, tidak mungkin dia hanya mengandalkan kekuatan militer saja, mengingat wilayah Indonesia yang luas dan terdiri dari berbagai macam suku," kata alumnus Sastra Indonesia Fakultas Sastra UGM ini. Setelah melakukan riset lewat majalah dan sumber-sumber lainnya, Arwan menelusuri tempat-tempat yang pernah dijadikan Soeharto melakukan laku ritualnya. Sampul buku ini berwarna hitam dengan siluet Soeharto. Sampul itu juga dihiasi dengan gambar asap kemenyan, keris, dan kendi, serta taburan bunga mawar. Mistis!
(asy/nrl)











































