DPR Sesalkan Sikap Abstain Pemerintah Soal Myanmar
Senin, 15 Jan 2007 15:21 WIB
Jakarta - Kaukus DPR untuk Myanmar menyesalkan sikap pemerintah yang abstain dalam sidang Dewan Keamanan (DK) PBB yang membahas restitusi tentang Myanmar. Indonesia sebagai sesama negara ASEAN, seharusnya bisa lebih proaktif menegakkan HAM di ASEAN."Jika abstain sangat disayangkan. Ini akan membawa citra Indonesia tidak dihormati lagi, bahkan bisa dianggap mengkhianati cita-cita reformasi," kata anggota kaukus Djoko Susilo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (15/1/2006).Djoko dalam keterangan persnya menyatakan, sikap abstain ini akan memperlemah posisi tawar Indonesia yang saat ini sudah mengajukan rancangan resolusi mengecam penyerangan Isreal kepada Palestina. "Tidak mudah untuk memulihkan kepercayaan ini secara internasional akibat keputusan yang tak tepat," tambahnya..Anggota kaukus lainnya, Marzuki Darusman menilai pemerintah seharusnya bisa membicarakan terlebih dulu kepada DPR jika akan mengambil kebijakan politik luar negeri. "Sudah waktunya mulai hari ini keputusan politik luar negeri harus dibicarakan dulu dengan DPR, khususnya yang mengangkut Burma," tuturnya. J Massie, anggota kaukus lainnya mengatakan, pemerintah agar tidak lagi muluk-muluk terlibat dalam penyelesaian konflik nuklir Korut, Iran dan Palestina jika untuk Burma saja tidak mampu bersikap tegas. "Karena dengan posisi abstain, kita tidak lagi punya posisi tawar di regional apalagi internasional," katanya.
(mar/umi)











































