Surat dari Buncit
'Wong Ndeso' Saba Jakarta
Senin, 15 Jan 2007 12:55 WIB
Jakarta - 'Wong ndeso'. Begitulah sejumlah reporter detikcom menjuluki dirinya ketika bertandang ke kantor pusatnya sendiri di Jakarta, akhir pekan lalu. Atribut itu mereka gunakan sendiri karena 'memaklumi' bahwa mereka berasal dari daerah-daerah nun jauh dari Jakarta.Atribut resmi yang kami tempelkan pada mereka sebenarnya adalah 'reporter daerah'. Mereka berbasis di sejumlah kota utama di luar Jakarta.Erna Mardiana, misalnya, berdinas di Bandung. Dialah reporter yang gigih menguber Aa Gym pada November lalu yang memicu isu kontroversial tentang poligami. Erna belum genap setengah tahun bergabung situs ini.Di Semarang, kami memasang Triono Wahyu Sudibyo. Pemuda yang baru melepas masa lajangnya itu belakangan ini disibukkan insiden tenggelamnya KM Senopati.Bergeser ke Solo, ada Muchus Budi Rahayu yang 'ngefans' pada Gus Dur. Di Yogyakarta, ada Bagus Kurniawan yang memimpin biro setempat. Dia juga 'mengawasi' sejumlah kru detikmobile yang ditugaskan di Kota Gudeg itu.Di Jawa Timur, ada Budi Sugiharto alias Ugik (Surabaya) dan Budi Hartadi (Malang) yang selalu bekerjasama jika menghandel berita besar semisal lumpur Lapindo. Kita menyeberang ke Bali. Di sini ada Gede Suardana yang berbasis di Denpasar. Lajang ini pernah ngebut menguber mantan PM Thaksin dengan motor sembari menancapkan HP-nya di antara kuping dan helm untuk laporan ke Jakarta. Lalu kita ke Sumatera. Di Banda Aceh, ada Nur Raihan, yang pada tsunami 2004 lalu juga menjadi korban.Di Medan (Sumut) ada Khairul Ikhwan Damanik, yang kami juluki reporter 'spesialis' musibah. Di Pekanbaru, ada Chaidir Anwar Tanjung yang rajin memberitakan komunitas gajah. Di Sulawesi, kami memiliki Gunawan Mashar (Makassar). "Kasihan Gun, kecapekan meliput AdamAir sampai wajahnya mirip Scooby Doo," komentar Muchus.Selain itu,kami juga memiliki sejumlah kontributor tetap yaitu Yonda Sisko di Padang (Sumbar), Emmy F di Kupang (NTT), Deky Geruh di Manado (Sulut), dan M Hanafi Holle di Ambon (Maluku).Pada Kamis hingga Sabtu (11-13 Januari 2007), para reporter daerah kami undang ke Jakarta. Selain untuk merayakan setahun detikcom berkantor Jalan Warung Buncit 75, juga untuk menjalin komunikasi tentang kebijakan redaksi maupun perkembangan perusahaan beberapa bulan terakhir ini.Berjumpa dengan reporter daerah merupakan agenda rutin kami setiap tahun. Kami bertemu dengan mereka terakhir kali pada September 2006, saat piknik tahunan di Bali.PR yang belum kami kerjakan saat ini adalah mendatangkan para koresponden kami di Belanda (Eddi Santosa), New York (Endang Isnaini Saptorini) dan London (Liza Arifin) dalam waktu yang sama. Tentunya, tambah seru jika gathering tahunan diikuti mereka!Foto:Para reporter daerah sedang mengelilingi Sekretaris Redaksi Marina Devianti (duduk) untuk antre mendapatkan 'uang saku'. Dari kiri ke kanan: Bagus, Muchus, Ugik, Triono, Gede, Gun, Raihan, Erna dan Chaidir.
(nrl/nrl)











































