Yang Stres Mencari AdamAir

Yang Stres Mencari AdamAir

- detikNews
Senin, 15 Jan 2007 11:07 WIB
Jakarta - Genap 2 minggu AdamAir KI 574 hilang. Hingga kini, musibah itu membuat stres siapa pun yang berkepentingan terhadapnya: keluarga korban, manajemen AdamAir, wartawan yang meliput, hingga pejabat yang kebagian tugas mencarinya.Salah satu pejabat yang stres luar biasa adalah Menhub Hatta Rajasa. Pada 4 Januari 2007 -- 3 hari setelah pesawat AdamAir hilang -- Hatta tampak belepotan bicara pada wartawan. "Sudah error ya, Pak?" goda wartawan di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, pukul 14.30 WIB."Ya bukannya error, karena faktor letih dan banyak informasi yang diterima, jadi suka salah ngomong," ujar Hatta sambil menggaruk-garuk kepalanya.Sejam kemudian Hatta berada di Kantor Presiden. "Jangan tanya teknislah, saya nggak terlalu menguasai. Nanti salah, jadi headline. Biar nanti KNKT yang menjelaskan," elak Hatta pada wartawan.Selain itu, Hatta juga menyatakan bahwa selama sepekan terakhir radar ATC milik Angkasa Pura di Bandara Hasanuddin, Makasar, mengalami kerusakan. Pernyataan Hatta jelas menarik perhatian wartawan. Wartawan pun mencecarnya.Anehnya, Hatta membantah telah mengatakan radar Makassar rusak. Tidak mau kalah, wartawan mengulangi lagi pernyataan kontroversial Hatta kata demi kata. Setelah tercenung seper sekian detik, barulah Hatta sadar informasinya tidak lengkap dan wartawan pun salah paham karenanya."Oh nggak begitu. Saya harus jelaskan lagi agar tidak salah pengertian. Saya katakan ada gangguan rusak sejak seminggu lalu pada LUT (local user terminal) yang ada di Bandara Cengkareng milik Basarnas. Itu menangkap signal ELBA yang dikirimkan oleh satelit. Sekarang masih dalam perbaikan," ralat Hatta. Wartawan pun puas dengan penjelasan tersebut, dan melanjutkan dengan pertanyaan lain sambil terus membuntuti Hatta menuju pelataran parkir hingga mobilnya meninggalkan kompleks Istana. Tapi rupanya sepanjang perjalanan Hatta dihantui kekhawatiran luar biasa atas insiden selip lidahnya tadi. Maklum saja penjelasan mengenai ralat yang diterima oleh beberapa orang wartawan yang 'menguntitnya'. Sementara dalam keterangan pers, hadir seratusan orang wartawan dari dalam dan luar negeri. Ia pun langsung memerintahkan sopirnya berbalik arah, kembali ke Istana Kepresidenan. Setibanya di ruang wartawan, dirinya langsung naik panggung yang kebetulan baru saja ditinggalkan Jubir Andi Mallarangeng menyampaikan sejumlah keterangan tentang hal lain. "Jadi saya katakan radar ATC di Makassar, diresmikan enam bulan lalu. Itu radar yang terbaik yang kita punya. Teknologi peralatannya cukup canggih. Sama sekali tidak ada gangguan," tandas dia. Ketua KNKTStres juga diderita oleh Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Setio Raharjo yang dikenal ramah pada wartawan. "Aduh, HP ini maunya saya banting saja. Habis teleponnya nggak berhenti-henti," keluhnya pekan lalu."Iya kalau yang telepon orang biasa, lha kalau menteri, kalau presiden, gimana? Kacau aku kalau nggak kuangkat," imbuh pensiunan Mayor Jenderal TNI AL ini.Tapi wartawan terus mengalir ke ruang kerja Setio di gedung Dephub. "Kalian tahu nggak sih aku lagi flu, sakit gini," ujarnya suatu ketika. Hidungnya memerah dan dia mengenakan jaket penahan dingin.Pada wartawan detikcom, Setio berujar,"Kamu lagi, kamu lagi, ngapain ke sini lagi. Tadi pagi sudah ke sini, sekarang kok ke sini lagi?"Setelah itu datang wartawan dari 3 televisi. "Ya ampun, wartawan ini kok ngalir terus sih? Sekarang saya boleh tanya, boleh saya nolak nggak diwawancarai?" ujarnya."Boleh sih Pak, tapi kami kan sudah terlanjur di sini,Pak?" jawab wartawan. "Kalau nolak diwawancarai entar masuk newsticker (TV) lho Pak," goda wartawan lainnya."Ya nggak apa-apa, tulis saja Setio Raharjo menolak diwawancarai wartawan. Aku sejak pagi nggak berhenti diwawancarai wartawan," balas Setio yang tentu disambut senyum para tamunya.Kapolwil Pare-pare Kombes Genot Hariyanto yang membawahi perairan tempat ditemukannya serpihan AdamAir juga tak kalah stresnya. "Kalau telepon terus, kapan saya kerjanya?" keluhnya pada detikcom. (nrl/umi)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads