KNKT Belum Berani Simpulkan Kasus AdamAir
Senin, 15 Jan 2007 10:41 WIB
Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) belum bisa menyimpulkan penyebab jatuhnya pesawat AdamAir KI 574. KNKT menilai terlalu dini untuk meyimpulkan, karena temuan yang ditemukan masih minim."Kita masih belum bisa menyimpulkan, karena harus diteliti secara benar. Skenario pesawat pecah di udara pun masih dini untuk disimpulkan, banyak kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi," kata Ketua KNKT Setio Rahardjo sebelum mengikuti Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi V di Gegung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (15/1/2007).Begitu juga mengenai ditemukannya tumpahan bahan bakar minyak oleh Tim SAR, Setio juga enggan berkomentar banyak. "Harus diteliti betul, apakah tumpahan minyak berasal dari avtur pesawat. Kalau memang dari avtur, view tank berarti pecah," ujarnya ketika dikerumuni wartawan. Setio berkata demikian, karena dia baru melihat berita tersebut di televisi dan tidak bisa memastikan apakah bahan bakar itu benar dari pesawat. Dia hanya mengatakan, hingga kini pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Komite Keselamatan Transportasi AS, yaitu the National Transportation Safety Board (NTSB).Namun, NTSB juga belum bisa mengambil kesimpulan. "Pihak KNKT dan NTSB tidak berani berandai-andai untuk menyimpulkan hilangnya AdamAir," tandas Setio.Sementara dalam RDPU Komisi V DPR yang dihadiri KNKT, PT Angkasa Pura dan Indonesia National Air carriers Assotiation (Inaca) juga menyepakati akan dibentuknya Forum Safety. Menurut Sekjen Inaca Teuku Burhanudin, forum ini beranggotakan semua perusahaan keselamatan dan keamanan penerbangan dunia.Para anggota ini nantinya akan saling melakukan pertukaran informasi dan memberikan rekomendasi. Termasuk juga masalah regulasi, kelayakan udara dan teknik operasional.
(zal/asy)











































