PD: Pawai Cabut Mandat, Demokrasi Tidak Normal
Senin, 15 Jan 2007 05:53 WIB
Jakarta - Pawai cabut mandat yang akan dilakukan sejumlah tokoh dinilai Partai Demokrat sebagai ketidakmampuan membangun demokrasi yang normal. Buktinya, sebagian kalangan masih menggunakan ekstra parlemen dalam menyampaikan ketidakpuasan kepada pemerintah.Alasan seruan pawai cabut mandat tersebut disebabkan pemerintahan terpilih tidak berpihak pada rakyat, kinerjanya payah, hanya pada tingkat ekonomi makro, sektor riil mandeg dan lain sebagainnya. "Apakah pemikiran mereka itu mencerminkan pendapat orang banyak? Ternyata tidak," kata Ketua DPP PD bidang Ekonomi Keuangan, Darwin Zahedy Saleh, dalam rilisnya yang diterima detikcom, Senin (15/1/2007).Menurut Darwin, akhir tahun 2006 lalu, hasil LSI menunjukkan 67 persen responden yakin pada kinerja pemerintahan SBY-JK. Persentase itu lebih tinggi dari persentase jumlah pemilih 2004, yaitu 61 persen yang memilih pasangan SBY-JK."Apakah kondisi saat ini semakim memburuk dibanding tahun lalu? Optimisme masyarakat di akhir tahun 2006 nyatanya meningkat," ujar Darwin lagi. Lebih lanjut Darwin menyatakan, dibandingkan hasil survei akhir 2005, persentase responden yang yakin kepada kondisi ekonomi akan lebih baik di tahun 2007 ini meningkat proporsinya. Tren mengenai perbaikan kondisi dan penguatan keyakinan pada pemerintahan itu umumnya mengacu pada persepsi stabilitas ekonomi dan harapan yang lebih baik di masa datang. Ditambahkan Darwin, hasil polling AC Nielsen menguatkan hasil survei LSI tersebut. Mayoritas responden sebesar 68 persen meyakini kondisi keuangan mereka akan membaik dalam 12 bulan mendatang. Bahkan, survei yang Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI)menunjukkan arah perbaikan dalam sejumlah indikator real ekonomi. Survei BI misalnya, menunjukkan indeks keyakinan konsumen tinggi. Indeks yang mengukur persepsi pengusaha atau produsen juga menunjukkan tanda-tanda peningkatan.Selain itu, survei BI menunjukan kondisi bisnis dalam 3 bulan terakhir meningkat dari kuartal I sampai III 2006, yaitu kuartal I indeksnya 15,4, kuartwal II indeksnya 17,7 dan pada kuartal III indeksnya 21,7. Diakui Darwin, memang kondisi saat ini tidak dikatakan bagus semua. Persoalannya, kalangan pengusaha belum optimal meningkatkan produksinya di tengah permintaan masyarakat. "Kalau kita jernih berpikir, sebenarnya hasil survei itu tidak mengejutkan. Daripada setiap orang berdebat tanpa acuan yang jelas, apalagi sampai emosional dan menggunakan acuan irasional, lebih baik kita gunakan saja acuan yang lebih representatif," jelas Darwin.Untuk itu, Darwin meminta kepada para tokoh penggerak unjuk rasa untuk ikut membantu meningkatkan kinerja pemerintah. "Hendaknya kita bersama memakai agumen yang mendidik dan intelek, karena rakyat banyak sudah lebih dewasa daripada anggapan kita," tandasnya.
(zal/zal)











































