Soejati Surowidjojo, Penyelamat Naskah Asli Teks Proklamasi Wafat

Soejati Surowidjojo, Penyelamat Naskah Asli Teks Proklamasi Wafat

- detikNews
Minggu, 14 Jan 2007 17:02 WIB
Jakarta - Penyelamat naskah asli asli Proklamasi kemerdekaan Indonesia Soejati Surowidjojo binti Prodjohandoko wafat pada usia 79 tahun. Soejati wafat di RS Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (14/1/2007) pukul 09.45 WIB.Soejati dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan hari ini pukul 16.20 WIB. Sebelumnya, jenazah Soejati disemayamkan di Jalan Garuda I Blok D1 nomor 3 Kav Villa, Bintaro Jaya, Jakarta Selatan.Semasa hidupnya, Soejati yang lahir di Solo 5 Agustus 1927, memang tidak banyak menceritakan kisah penyelamatan naskah asli teks Proklamasi itu. Namun fakta sejarah tidak bisa menghapus peranannya yang penting itu.Kisah bersejarah itu terjadi pada 1948, ketika Belanda kembali mencoba mengagresi Indonesia. Beberapa keberadaan naskah asli teks Proklamasi itu sangat tidak aman. Belanda ditenggarai berusaha merebut naskah asli itu.Para pemuda, Adam Malik dkk, berusaha menyelamatkan naskah asli itu. Para pemuda pejuang saat itu bersepakat menyerahkan naskah asli itu kepada Yuliarso Surowidjojo, suami Soejati.Oleh Yuliarso, naskah itu dibawa ke Yogyakarta, dan untuk selanjutnya disimpan oleh Soejati. Belasan tahun naskah itu disimpan dengan aman oleh Soejati. Tak banyak yang tahu, naskah asli teks proklamasi berada di tangan Soejati. Barulah pada awal tahun 1960-an naskah itu diserahkan kembali kepada pemerintah RI."Jika selama ini ada berita naskah asli itu hilang, sebenarnya naskah itu disimpan oleh ibu Soejati," tutur Palgunadi Setiawan, mantan eksekutif Astra, pada saat upacara pemakaman Soejati."Itulah sepenggal kisah yang membanggakan bagi anak-anak dan cucu beliau," kata salah satu putera Soejati, Arief T Surowidjojo. Arief adalah lawyer ternama dengan berbagai aktivitas sosial.Saat upacara pemakaman Soejati, nampak hadir Mantan Menteri Keuangan Mar'ie Muhammad, mantan Jaksa Agung Marzuki Darusman, Marsilam Simanjutak, Wakil Ketua Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Detiknas), Kemal Stamboel, dll. (mar/ken)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait