Flu Burung Merebak Akibat Kelalaian Pengidap
Minggu, 14 Jan 2007 16:01 WIB
Jakarta - Berjatuhannya kembali korban flu burung makin mengkhawatirkan. Menurut Menteri Pertanian Anton Apriantono, jatuhnya korban diakibatkan kelalaian pengidap dan masyarakat di sekitarnya.Anton menegaskan hal itu untuk membantah wacana ketidakkonsistenan pemerintah dalam menangani flu burung."Sebetulnya pemerintah tetap mengawasi. Kita tetap bekerja konsisten. Buktinya tindakan kita sudah sangat cepat baik penanganan kepada manusia maupun hewannya," kata Anton dalam pesan singkat yang dikirimkan pada detikcom, Minggu (14/1/2007).Anton berargumen, perhatian pemerintah bisa dilihat dari iklan layanan masyarakat yang gencar ditayangkan di televisi. Diharapkan dari iklan tersebut, masyarakat bisa bertindak benar terhadap hewan atau manusia yang terjangkit flu burung."Tapi apa yang terjadi? Sudah tahu ayam sakit, eh masih dimakan juga. Sudah tahu sakit sama dengan gejala-gejala flu burung, eh terlambat juga datang ke dokter," terangnya.Kurangnya perhatian masyarakat terhadap flu burung dikatakan Anton malah akan merepotkan pemerintah. Sebab, ada sekitar 30 juta rumah tangga yang memelihara ayam, burung dan unggas lainnya di Indonesia.Anton menuding selama ini kasus flu burung hanya menimpa rumah tangga biasa yang memelihara beberapa ekor ayam saja. Namun itu tidak terjadi di peternakan komersial. Karenanya, dia mengharapkan peran individu masyarakat untuk menjaga kebersihan diri, lingkungan, kandang dan unggas sangat vital."Penanganan jangan hanya mengandalkan pemerintah. Biar bagaimana pun juga tenaga pemerintah terbatas jika harus mengatasi seluruh rumah tangga yang memelihara unggasnya," pungkas Pak Menteri.
(ana/ken)











































