Korban Flu Burung Bertambah, Permintaan Ayam Potong Meningkat

Korban Flu Burung Bertambah, Permintaan Ayam Potong Meningkat

- detikNews
Minggu, 14 Jan 2007 13:31 WIB
Jakarta - Masyarakat tampaknya tak terpengaruh dengan berjatuhannya korban flu burung. Permintaan ayam potong secara nasional bahkan melonjak. Jika biasanya permintaan ayam potong hanya 2,5 juta per bulannya, Januari 2007 ini meningkat 500 ribu per bulan menjadi 3 juta ekor ayam potong.Bukan hanya ayam potong, permintaan telur ayam juga mengalami peningkatan. Dari 2.800 ton per bulannya menjadi 3 ribu ton."Kita tidak terpengaruh dengan jatuhnya korban flu burung baru-baru ini. Yang terkena imbasnya adalah di sektor 4, yakni yang diurusi secara pribadi. Misalnya ayam kampung, bebek dan burung liar," kata Ketua Pusat Informasi Pasar Unggas Indonesia (PINSAR) Hartono kepada detikcom saat ditemui di kantornya di Gedung Unas, Jl Kalileo, Jakarta Pusat, Minggu (14/1/2007).Unggas yang diurusi pribadi itu, menurut Hartono, tidak dijual di pasar. Biasanya akan dikonsumsi buat pribadi. "Itulah yang menyebarkan flu burung," jelasnya.Hartono menjamin, produk ayam dan telur dari anggota PINSAR tidak terkena virus flu burung. Pihaknya sudah belajar dari pengalaman tahun 2004 ketika flu burung pertama kali menghebohkan Indonesia."Dulu banyak anggota kami yang gulur tikar karena flu burung. Saat ini kami menerapkan bio-secutrity dan menjaga kebersihan kandang-kandang sehingga terjamin tidak ada flu burung," promosinya.Seiring dengan permintaan yang melonjak, harga ayam potong dan telur ayam juga mengalami kenaikan. Ayam potong yang biasanya dijual dengan harga Rp 6.500 per kg menjadi Rp 7.600 per kg. Sementara telur ayam naik sekitar 12 persen, dari Rp 8.000 per kg menjadi Rp 8.900.Peningkatan permintaan ini diyakini Hartono karena masyarakat sudah pintar mengolah daging ayam dengan benar agar tidak terinfeksi flu burung. Meski begitu pihaknya masih memberikan informasi yang benar kepada pengonsumsi daging unggas. "Meskipun kita dari industri dan yang menularkan adalah ayam pribadi, ujung-ujungnya kita juga kita yang ditanya," pungkas Hartono. (ana/ken)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait