Rian, Tersangka Kerusuhan Poso Jebolan Akmil NII Afghanistan
Minggu, 14 Jan 2007 11:35 WIB
Poso - Timah panas polisi menembus kepala Rian, tersangka kerusuhan Poso. Nyawanya pun melayang. Dari penyelidikan, pria ini diketahui jebolan akademi militer (Akmil) Darul Islam/ NII angkatan II."Dia angkatan II bersama Mukhlas (tersangka teroris), Abu Tholud, Ikhsan, Syahroni, Abu Faruk, Ziad, Thoriquddin, Fahim," ujar Wakadiv Humas Mabes Polri Anton Bachrul Alam dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Minggu (14/1/2007).Nama asli Rian, lanjut Anton, adalah Santoso. Di Afghanistan dia menggunakan nama Abdul Hakim. Pria yang pernah masuk daftar pencarian orang (DPO) beberapa waktu lalu ini dikenal pula sebagai anggota senior Jamaah Islamiyah (JI).Saat di JI, dia pernah menjadi panitia penyelenggara rapat Markaziah JI di Tawangmangu, Jawa Tengah, pada 18 Oktober 2002 setelah Bom Bali I. Dia juga pernah mengikuti rapat JI Markaziah di Cisarua, Bogor, pada 7 April 2003. Disebut-sebut pertemuan ini untuk merencanakan pengeboman di JW Marriott pada 5 Agustus 2003.Rian juga pernah mejemput tersangka Bom Bali I yang masih buron, Usman alias Sapturani. Usman adalah warga negara Malaysia. Oleh Rian, Usman diantarkan kepada Ketua JI Abu Dujana dan Adung, yang juga bertindak sebagai pelatih kemiliteran dan penentu target teroris Poso."Dari keterangan tersangka yang tertangkap, Rian menyuruh membuat bom-bom yang ada di Poso. Bahan bom didatangkan dari Semarang. Selama di Poso dia selalu berhubungan dengan dengan Abu Dujana yang mengendalikan JI," imbuh Anton.
(nvt/ana)











































