Panas Terik Dua Minggu Tak Berpotensi Puting Beliung
Minggu, 14 Jan 2007 11:41 WIB
Jakarta - Masyarakat tak perlu khawatir dengan cuaca panas yang dirasakan di sejumlah daerah di Indonesia dalam dua minggu terakhir. Fenomena itu tidak berpotensi angin puting beliung.Hal itu disampaikan Kepala Bidang Informasi Meteorologi Publik BMG Ahmad Zakir ketika dihubungi detikcom, Minggu (14/01/2007) pukul 10.30 WIB."Ah itu fenomena biasa kok. Tidak ada hubungannya dengan angin puting beliung, apalagi badai El Nino. Kalau El Nino, sifatnya akumulasi. Hubungannya dengan iklim global," ujar Ahmad.Menurut Ahmad, angin puting beliung cenderung didahului adanya hawa panas pengap. Hawa panas yang terjadi saat ini bukan panas pengap tapi panas terik. Kondisi ini, lanjut dia, lebih dikarenakan tak ada uap air sehingga awan susah terbentuk."Tidak ada awan itu memang asalnya dari angin kencang, tapi kadang-kadang masyarakat salah menginterpretasi. Kalau ada angin kencang konotasinya badai. Padahal badai di Amerika atau Australia, itu ya istilahnya kakeknya angin kencang. Sementara puting beliung ini cucunya angin yang di Amerika," kelakarnya.Meski begitu, Ahmad mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada karena potensi kekeringan dari panas terik dapat memicu kebakaran."Tapi prediksinya, minggu depan sudah hujan lagi. Seperti kemarin lusa kan sempat hujan juga. Memang turunnya tak serta merta, tapi berangsur-angsur," imbuhnya.
(fiq/ken)











































