Laporan dari Filipina
Indonesia Tawarkan Dwifungsi Militer ke Myanmar
Sabtu, 13 Jan 2007 18:39 WIB
Cebu - Indonesia menawarkan konsep dwifungsi militer kepada pemerintah junta militer Myanmar pimpinan Jenderal Than Shwe. Perdana Menteri (PM) Myanmar Letjen Soe Win sepakat dengan usulan ini. Hal disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Hassan Wirajuda kepada wartawan di sela-sela pertemuan puncak KTT Asean ke-12 di Mactan Cebu, Filipina, Sabtu (13/01/2007) seperti dilaporkan koresponden detikcom Karina Noviantika. Menurut Menlu Hassan, PM Myanmar Letjen Soe Win akan menyampaikan usulan Indonesia ini kepada pimpimpin junta militer Myanmar Jenderal Than Shwe, yang saat ini sedang dirawat di sebuah rumah sakit di Singapura. "Dwifungsi militer adalah jalan tengah menuju proses demokrasi, " kata Hassan. "Myanmar setuju dengan usulan Indonesia karena Indonesia pun pernah menggunakan konsep tersebut dan sekarang salah satu contoh negara demokrasi di dunia," tambahnya. Hassan menjelaskan bahwa usulan Indonesia itu dapat dipahami Myanmar karena mengkhawatirkan masalah sistem pemerintahan yang tidak demokratis, masalah HAM dan perlakuan buruk terhadap aktivis Aung San Suu Kyi diajukan ke forum Internasional. Hassan mengatakan posisi Indonesia sangat strategis bagi Myanmar, sebab Indonesia tercatat sebagai anggota tidak tetap DK PBB, sebagai ketua Komisi HAM PBB dan juga termasuk negara pendiri ASEAN. "Jadi Myanmar memandang Indonesia sangat penting dan bisa menjadi pembanding, " kata Hassan lagi.
(asy/asy)











































