Pokja Sekber Siapkan Bukti VCD Soal Agung Laksono
Sabtu, 13 Jan 2007 16:21 WIB
Jakarta - BK DPR menolak pengaduan Pokja Sekretariat Bersama (Sekber) terkait kebohongan publik posisi Ketua DPR Agung Laksono, karena kurangnya bukti. Pokja Sekber menyiapkan bukti VCD.Laporan Pokja Sekber yang terdiri dari Pokja Petisi 50, Komite Waspada Orde Baru, Gerakan Rakyat Marhaen, dan HMI-MPO, ditolak BK DPR. BK DPR menilai tuduhan kebohongan publik Agung sebagai Komisaris AdamAir dan Ketua DPR dalam Safari Ramadan Partai Golkar, kurang bukti. Menurut Ketua Presidium Komite Waspada Orde Baru, Judilherry Justam, bukti VCD yang mereka miliki adalah hasil rekaman wartawan dalam rombongan Safari Ramadan Agung. Ia optimis dengan bukti VCD, BK-DPR bisa bersikap tegas untuk memanggil Ketua DPR itu."Sekarang BK tidak bisa mengelak lagi untuk segera memanggil Agung, dengan bukti-bukti baru yang sudah kita ajukan," kata Judilherry dalam konferensi pers di Ruko Pandu Logistik, Jl. Raya Pasar Minggu, Jakarta, Sabtu (13/01/07).VCD berdurasi kurang dari 10 menit itu berisi kumpulan rekaman kunjungan Safari Ramadan Golkar antara lain ke Bantul, Sumedang dan Lebak. Narasi dalam VCD menyebutkan kunjungan Agung adalah sebagai Ketua DPR.Mengenai bukti-bukti bon perjalanan Safari Ramadan yang diminta BK DPR , Judilherry mengakui pihaknya kesulitan mendapatkan akses bukti-bukti tersebut. "Bagaimana bisa kami mengakses bon-bon tersebut. Itu kan ada di arsip keuangan Golkar," elaknya.Judilherry pun meminta BK DPR bertanya langsung kepada AdamAir terkait posisi Agung sebagai komisaris maskapai tersebut. "Kalau untuk AdamAir kan gampang. Kenapa BK tidak menanyakan langsung pada pihak AdamAir, kapan Agung resmi mengundurkan diri sebagai komisaris," pungkas Judilherry.
(fay/asy)











































